Mimpi 800 Milyar

Have you ever dreamed got 800 hundred million rupiahs? I Have, and …. always have that dream.LOL

Gak tahu kenapa saya ngayal terusss dapat uang 800 milyar, entah dapetnya dari mana. Hahaha. Tapi cerita ngayalnya itu ndak seberapa, yang luar biasa adalah rencana saya bagaimana menghabiskannya. Salahsatu diantaranya adalah memberi bantuan buesar untuk sekolah dasar anak saya.

WHY?

Karena sekolah ini luar biasa menurut saya.

Pertama, dari segi biaya pendidikan. Saat kebanyakan SDIT jor2an biaya pendidikan, mereka hanya slightly lebih mahal dari SD Negeri, ada subsidi silang, free untuk dhuafa dst.

Kedua, sekolah ini bener2 dibangun dari nol. Literally. Dari bangunan satu lantai, pelan2 menjadi 3 lantai, uang pembangunan yang diserahkan oleh walimurid benar2 digunakan untuk membangun fisik sekolah. Sekolah ini juga ditopang Yayasan, yang sedikit demi sedikit mulai membentuk unit usaha sebagai sumber dana.

Ketiga, ini adalah sekolah berbasis tahfidz dan arabic, kebayang kannn kalau kita berdonasi ke Sekolah ini, mengalirlah pahala2 dari usaha memudahkan para hafidz cilik itu.

Terakhir, Letak sekolah yang masuk kedalam kampung, sedikit banyak menyebabkan likaliku. Selain karena jalannya sempit, dijalan masuk menuju sekolah, ada rumah penduduk. Jadi setiap kali kami anterjemput anak sekolah, akan ada pemandangan jemuran pakaian. Masih untung kalau pakaiannya adalah pakaian luar, kalau agak apes, bisa lihat berbagai macam pakaian dalam (sambil komat-kamit bukan pakaian dalam berenda yang dijemur. LOL). Pernah juga ada kasus penduduk yang semena-mena memblokir jalan karena niat pemerasan.

Hal-hal diatas sudah cukup kuat kali ya untuk jadi alasan berdonasi bagi pembangunan sekolah. Makanya, niat saya kalau dapet 800 Milyar, saya akan bangun itu sekolah. Bebaskan lahan di area sekolah, membangunkan rumah/apartemen cluster untuk para ustadz/ah beserta keluarga, serta membangunkan perpustakaan dan labratorium digital, dan seterusnya dan seterusnya…..

Itu kalau saya dapat 800 Milyar!

Hahahaha

Lalu saya dicubit sama Allah, cubitan kecil saja yang mampu membuat saya menangis hingga sesak di dada.

Betapa manusia sangat kikir untuk bersedekah. Betapa manusia seringkali menunggu “kaya” untuk bersedekah, Betapa manusia mengira bahwa syarat bersedekah adalah melimpahnya rezeki. Betapa manusia alpa…bersedekah itu tidak berbanding lurus dengan banyaknya harta. Betapa beribu alasan menahan tangan kanan kita terulur, “nanti saja kalau sudah kaya, nanti saja kalau mendapat rejeki nomplok, nanti saja….”

Whatsapp dari yayasan datang siang itu, Yayasan melakukan tukar guling dengan pemilik rumah didepan sekolah. Tukar guling rumah penduduk dengan tanah beserta rumah dibelakang sekolah yang luasnya tigakali lebih besar dari rumah mereka. Pemilik rumah masih mengajukan syarat, tambahan cash puluhan juta dan renovasi rumah yang ditukargulingkan. Karena sekolah butuh, maka disanggupi. Total biaya menelan 100juta, maka ditawarkanlah wakaf tanah kepada para wali murid.

Duhai jiwa…….perlukah menunggu mimpimu 800 Milyar untuk memenuhi panggilan sedekah ini?

-Tangerang Selatan, Semester II 2016-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s