Sufyan, The Adventurer…

Kemarin sore Sufyan berdarah, utie panik dan langsung bilang ke kami yang abru aja pulang dan buka pintu pagar“adek tanganny kena pisau”. Segera saya mengmbil es batu, kain bersih, dan air di baskom. Abie mencuci tangan sufyan, saya mengompres tangannya dan membebatnya dengan kain bersih. Sekilas lukanya tak begitu dalam, meski di lantai sudah bercecer – cecer darah banyak.

Saya pangku dia, kompres dengan es bantu.. Tak lam kemudian lukanya sudah tidak mengeluarkan darah lagi, dan dia malah tertidur di pangkuan saya. Segera saya memindahkan dia ke kasur, rupanya tadi belum sempt tidur siang bocah ini. Astaghfirullah… MasyaAllah..anak ini. Sebelum tertidur dia sempat bercerita, sengaja mengambil pisau dari dapur karena dia mau buka kulit rambutan. Alasannya sudah digigit2 niru saya kalau mbuka rambutan gak bisa2. Oalah… ni bocah…

Ini bukan pertama kali Sufyan melakukan kegiatan horror macam itu. Dan sungguh Alhamdulillah banget, Allah terus menjaga Sufyan.

Sebelumnya di menggunting kabel roll!!!. Literally, menggunting di bagian besinya, dan listrik rumah tetiba blab!, mati seketika. Dia tergopoh menuju saya di kamar sebelah dan bilang “maaf umiii, tadi ada bunga apinya”. Saya berusaha tenang dan memeluk dia, menanyakan kalau dia kenapa2. Setelah dia agak tenang, baru saya menanyainya pelan2. Ternyata ya Allah…dia berkelana menggunting berbagai macam barang di rumah. Awalnya belajar gunting kertas dengan saya di ruang belajar. Karena adeknya sedang nangis, saya pergi menyusui terlebih dahulu. Gunting kertas rupanya bikin dia bosen, mulailah dia menggunting kerdus, meja, dan terakhir colokan kabel T.T.

Alhamdulillah dia gak memegang bagian besinya, gk kebayang… gimana kalau dia kesetrum. Ya Allah…

Sebelumnya? Masnya pernah teriak2 manggil saya karena adeknya maen barbershop. Rupanya dia sedang menjajal kemampuan gunting menggunting ala tukang cukur. Waktu saya hampiri, rambutnya sudah pitak sebelah. Ya Allah…terpaksa lah tu rambut ditipisin sekalian di tukang cukur.

Ni bocah rasa ingin tahunya luar biasa. Sebenarnya masnya juga kepo banget. Tapi masnya lebih suka mendapat penjelasan dari saya dan memperhatikan terlebih dahulu. Salman sangat berhati2, kalau ketemu daerah/ hal/ orang baru, dia lebih prefer memastikan kalau itu “secure” alias aman terlebih dahulu. Kalau menurut analisanya aman, maka bermainlah dia.

Lha Sufyan ni mungkin mikirnya pakai prinsip, “Info paling valid adalah yang kita buktikan sendiri”. Jadinya adaa aja kejadian2 yang bikin emaknya ngelus2 dada. Dulu waktu kecil, untuk membuktikan bahwa kucing ndak bisa ngomong aja dia sampai perlu mendekatkan mukanya sejengkal looo.. dan untuk membuktikan kucing itu galak/ tidak, dikejar2nyalah kucing itu. Hiks.. hiks…

Waktu kami ajak ke tamn buah Mekar Sari, ni bocah paling sering jalan2 sendiri. Pede aja pakai topi caping sambil manjat2 apa aja yang bisa dipanjat. Meleng dikit aja, udah entah kemana dia itu. Oalah bocah…

Semoga kedepannya ni bocah gak terlalu horror aja kalau maau jadi adventurer…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s