Salman Sekolah TeKa!

Sejak tanggal 16 Juni kemarin, Salman mulai masuk TeKa. Sekolah bilang ini semacam oreientasi gitu. hihihi… gak kayak ospek gitulahya… tapi lebih ke perkenalan dan adaptasi saja. Selain itu, selama bulan Ramadhan rencananya sekolah akan melakukan pembangunan, diprediksi akan mengambil waktu sekolah sekitar 1-2 minggu, dan sebagai kompensasinya sekolah mengambil kebijakan mengadakan masa oreientasi ini. Saya gak tahu apakah tahun lalu ada kebijakan semacam ini, sepertinya sih tidak, karena kan tidak terlalu mepet dengan bulan puasa.

Blue Uniform

Blue Uniform

Salman masuk TeKa B alias TeKa besar. aneh ya? ujug2 kok masuk TeKa besar, TeKa kecilnya kapan?!?!. Tahun lalu, waktu ngedaftarin Salman di TeKa ini ternyata sudah full, karena Teka ini hanya punya 1 kelas A, dan 3 kelas B. Kenapa pula harus keukeuh di TeKa ini, selain karena jaraknya yang dekat dengan rumah, TeKa inilah yang konsep2nya sesuai dengan paham yang kami anut. Menurut kami, pondasi ilmu buat anak itu harus kokoh, makanya kami memutuskan untuk mendaftarkan Salman di tahun berikutnya. Selama setahun terakhir, dia tetap meneruskan sekolah di Paud yang “sealiran” (heh… bahasanya), Karena toh setelah kami survey dan amati, cara belajarnya sama aja kecuali ruanga bermain dan displin yang agak beda. Hihihi, gara2 ini pula saya sempat disindir2 tetangga kayaknya kok gak care sama pendidikan anak sampai kelewatan ndaftar TeKa. Halah.. yawislah orang kan cuman bisa komen ndak tahu dasar2 pengambilan keputusan sebuah keluarga itu apa. Hehehehe….

Green uniform- Adek pengen sekolah Teka juga

Green uniform- Adek pengen sekolah Teka juga

Untuk menemani hari pertama Salman di sekolah, dari jauh hari saya sudah mengajukan cuti selama seminggu. Sebenarnya Salman akan sekolah selama 2 minggu, namun minggu kedua siswa dibebaskan untuk memilih ikut/ tidak karena saat itu adalah masa liburan sekolah anak2 SD dan SMP. Tapi karena Salman ndak punya sodara SD/SMP maka dia akan sekolah selama 2 minggu.

Dari awal2 pendaftaran sampai menjelang sekolah, Saya sering ngiklan tentang betapa kerennya Salman karena sudah jadi anak TeKa. Kami menyiapkan peralatan bersama dan membebaskannya memilih sendiri kotak pensilnya. Salman sangat excited dan ikut2an bangga gitu, merasa keren karena sudah jadi anak TeKa.

OR uniform

OR uniform

Sebenarnya ada sedikit kekhawatiran saya soal Salman di Teka, yang pertama adalah “sekolah ditinggal”. Selama di Paud, Salman slalu ditungguin oleh neneknya, alasannya sih utie capek kalau harus bolak-balik antar jemput sekolah Paud yang cuman 3 jam itu, lagipula di Paud utie bisa ketemu buibu dan ngobrol ngalorngidul. Sedangkan yang kedua adalah agenda makan sendiri, seperti parents yang lain karena takut kotor, berantakan dan kurang cepat, Kami lebih prefer nyuapin daripada biarkan Salman makan sendiri (my mistakes ouhhhh). Akibatnya kalau disuruh makan nasi sendiri dia malessss, tapi kalau kudapan semacan snack, esbuah dll… dia mau makan sendiri. Selain itu Salman juga tergolong anak yang kalau makan lamaaa banget, dia suka mengunyah makanannya lama – lama.

main perosotan

main perosotan

Jadi tugas saya selama seminggu itu adalah membantu Salman berani untuk sekolah sendiri, dan belajar makan sendiri. Dan proses mengharu biru pun dimulai…..

Dua hari pertama saya menunggui dia sambil terus ngiklan kalau hari ketiga nanti akan nganter jemput aja. Hari ketiga saya tungguin sebentar, lalu pamitan pulang… Awalnya oke saja, lalu kemudian saat saya intip mulai tersedu-sedu. Saya menampakkan diri sebentar, diapun mulai tenang, lalu saya kuatkan hati untuk pulang kerumah (jarak cuman 10 menit jalan kaki kok). Pulangnya ketika saya liat, dia masih tersedu2. Rupanya waktu istirahat dia tidak melihat saya di luar dan itu membuatnya menangis. Sewaktu dia melihat saya menjemput, senyumnya terkembang lagi. Sewaktu saya ajak ngomong, dia dengan jujur menjawab dia maunya ditungguin umie.

Malemnya saya ngiklan lagi, memotivasi terus menerus kalau dia bisa.

Hari keempat dan kelima, ada drama sebentar saat saya antar. Bugurunya sampai bilang, yang penting ibu ikhlas dulu. hehehe. Tapi tak lama kemudian setelah diajak main oleh gurunya dia mau teralihkan dari ketidakhadiran saya.

mungil dan tampan

mungil dan tampan

Soal makannya bagaimana? haduhhh jangan ditanya, dari lima hari itu hanya dua kali dia makan dan itupun tidak pernah habis. Selama seminggu itu pula kami selalu ngiklan dan ngajakin dia untuk makan sendiri. Ada masa2 ketika saya tidak sabar, tapi begitu saya sadar bahwa sudah lima tahun Salman tidak terlatih maka saya pun kembali menguatkan diri bahwa masing – masing dari kami harus saling mendukung. Saat ditanya kenapa tidak mau makan, Salman selalu menjawab, dia sudah kenyang. Oleh karena itu saya mengubah sarapan paginya dari nasi menajdi sandwich roti dan minum putih. Susu diubah menjadi siang sepulang sekolah agar tidak terlalu kenyang.

belajar makan sendiri

belajar makan sendiri

Senin kemarin sempat ada drama sedikit saat saya mengantar Salman, tapi intensitasnya sangat berkurang. Gurunya melapor bahwa Salman tidak mau makan lagi. Saya pun putar akal bagaimana caranya Salman mau makan dan tidak menangis. Padahal kemarin saya hanya membuatkan sandwich keju-telur kesukaan Salman. Dia beralasan karena sudah kenyang dan makan rotinya banyak – banyak (padahal cuman 1 ½ tangkup).

Siangnya di kantor saya siapkan reward chart untuk dia, kalau dia berhasil tidak nangis dan mau makan di sekolah, kami akan menempelkan stiker buat dia, sekaligus ngiklan betapa kerennya anak yang tidak nangis waktu diantar ibunya dan anak yang mau makan sendiri di sekolah. Waktu saya tunjukkan reward chart itu dia bilang “besok mas nggak nangis lagi kok mi”. Kalau makannya? lima sampai sepuluh sendok ajalah mas. “umm… mas mau lima belas sendok!”. Kami senyum dan memuji semangatnya.

di kelas

di kelas

Alhamdulillah…. tadi pagi waktu diantar dia sama sekali tidak nangis dan siangnya dapat laporan dari guru ternyata dia makannya habis. Pluss dapat bonus akhirnya dia mau aktif berkawan dengan temannya. Ahh…. my boy keep his promise..

Ya Allah Ya Rabbi… maafkanlah lalaiku alpa menuntunnya menjadi mandiri sejak dini. Maafkan khilafku terhempas sabar yang menguasai diri. Alhamdulillah,,, segala puji kepadaMu yang mengaruniakan putra sejernih Salman.. jagalah dia menjadi pasukanMu yang Shalih…

Salman Anak TeKa ^^

Salman Anak TeKa ^^

Pekanbaru, 24 Juni 2013

@office dan ingin segera menghambur memeluk pria TeKaku.. Umie love you Salman. terima kasih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s