This is how brotherhood grow….

Dulu, mempunyai dua anak laki2 yang jarak lahirnya cukup dekat membuat saya agak sedikit was2 dengan adanya sibling rivalry. Awal kelahiran Sufyan, memang sedikit membuat Salman tantrum, seolah merasa emaknya teralihkan oleh adeknya. Tapi dengan sugesti yang positif dan perlakuan yang selalu diusahakan untuk imbang, lambat laun kami menuai pemandangan yang cukup indah.

Saat orang dilahirkan lebih dulu, saya percaya bahwa Allah telah mengaruniakan kemampuan kepadanya untuk menjadi yang tertua.

Saat kita dilahirkan kemudian, saya juga percaya bahwa Alah telah mengaruniakan kemampuan untuk menjadi anak kedua. dan seterusnya….

Salman dan Sufyan sungguh membuktikannya.

Brother is taking care

Brother is taking care

Salman ini tipikal anak yang suka beres2. Alhamdulillah… dulu waktu masih sorangan, kayaknya saya masih bisa gitu membiarkan Salman ikut dalam prosesi beres2 rumah. Dan ini sepertinya kebawa sampai dia agak gede gini. Dia paling seneng itu kalau diajak cuci motor, cuci tasnya sendiri, beresin mainan dan kasurnya. Tapi sejak berdua, dimana kehebohan permainan mereka berarti dua kali lipat, saya sering gak srantan (mmm apa ya, gak sabar gitu) untuk buru2 mberesin rumah daripada ngajak anak2. Dan walhasil, adek nih yang agak angot2an diajak beberes rumah.

Sementara Sufyan, punya keberanian yang luar biasa menurut saya. Dia berani maju duluan kedepan kalau di sekolah. Sangat berani mengungkapkan pendapatnya, dan selaluuu punya cara untuk membuat orang lain tertawa.

Brother is partner in play

Brother is partner in play

Dan berkolaborasilah mereka berdua.

Jika Salman salah, dan saya memarahinya. Sufyan akan berdiri di depan masnya dan bilang “stop umi, stoppp, jangan” (sambil menahan saya dengan tangannya)

Jika adeknya berantakin mainan. Salman akan secara otomatis membantu (sebagian besar) prosesi beres2 mainan.

Brother is partner in draw

Brother is partner in draw

Jika saya dan Salman sedang maen timeout (ini sbnrnya kesukaan Salman, karena dia bisa belajar berhitung. Jadi dia akan minta/ saya usul menghitung waktu dia menyelesaikan pekerjaan, misal pakai clana hitung sampai 10 dst). Maka adek akan bilang, “tunggu umi, jangan hitung dulu… ulang2”

Jika Sufyan pengen maen lego/ nyari sesuatu yang dia tidak bisa lakukan. Salman akan selau membantunya, meski itu berulang-ulang.

Brother is partner in pray

Brother is partner in pray

Dan Salman-lah… yang jauuhhhh lebih sabar ngajarin adeknya baca Iqro’

Dan Sufyan-lah… yang selalu bisa bikin Salman ketawa ngakak hanya karena adeknya bilang “bolehlah…bolehlah…” (logat jarjit)

Mereka saling melindungi dengan caranya. Mereka saling menyayangi dengan caranya.

Brother is partner in learn

Brother is partner in learn

Sering saya memergoki mereka berbicara serius tentang sesuatu. Entah tentang isi buku, atau tentang bentuk mainan yang mau mereka buat dari lego.

Tak disekolah, tak dirumah… mereka berdua-lah kawan karib. Ibu2 di Paud sering takjub dengan mereka, karena mereka tidak “sempat” ngusilin temannya karena mereka berdua sudah sibuk sendiri.

Waktu saya Tanya sama abie, apakah dulu dia dan masnya begitu. Abie menggeleng, jarak umur yang terlalu jauh membuat masnya bermain dengan teman2 seumurannya. Dan abie lebih sering dirumah. ^^

And partner in doing silly things ^^

And partner in doing silly things ^^

Aih… anak2ku… teruslah ikat bonding itu. Sampai kalian tua… teruslah saling menjaga. Rukunlah selalu…

Ingatlah hari, dimana kalian terus menerus saling menyayangi.

We All Love You…

Iklan

2 thoughts on “This is how brotherhood grow….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s