Mimpi Buruk oh… Mimpi Buruk

 

Dari Jabir, ada seorang arab badui datang menemui Nabi lantas berkata, “Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi lantas bersabda kepada orang tersebut, “Janganlah kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah salah satu kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi” [HR Muslim no 6063].

Siapa yang tak pernah mimpi buruk? saya rasa semua orang pernah mengalaminya kan. Bahkan dulu waktu saya masih kecil, mimpi semacam ini malah bisa jadi bahan taruhan. Apa ya dulu namanya? SDSB mungkin. Kalau dulu menceritakan mimpi buruk adalah hal yang biasa buat kami, bisa jadi bahan lucu2an, bahan tebak2an atau untuk sekedar menenangkan diri. Tapi semenjak tahu hadits itu… saya tak pernah lagi menceritakan mimpi buruk saya.

Kala itu saya melakukan saja, tanpa berusaha ingin tahu ada apa? mengapa? bagaimana kalau begini begitu?. Saya sami’na wa atho’na dulu, dan berhusbudhon bahwa Allah akan menjelaskan dengan caraNya sendiri. Awalnya sangat sulit sekali, selain efek dari mimpi buruk itu biasanya sering terbayang2 dari pagi hingga petang, pun rasa penasaran yang sangat masih menguasai diri.

Hingga suatu hari… Pada hari ketujuh saya memutuskan untuk mengenakan kerudung, teman saya menceritakan mimpi buruknya. Dan mimpi buruk itu adalah tentang saya yang melepaskan kerudung tak lama setelah mengenakannya. Ada detil cerita lainnya sih.. tapi ada baiknya saya simpan saja, karena inti dari hikmah yang bisa dipetik itu ada di sini saja.

MasyaAllah….. Saya seketika paham kenapa kita dilarang menceritakan mimpi buruk.

Bisakah anda bayangkan bagaimana perasaan saya ketika itu, terhadap diri saya, terhadap teman saya?.

Syukurlah kami tak mengizinkan setan menguasai saat itu, cukup memperbanyak istighfar. Perasaan itu membuat saya sekarang lebih santai menghadapi mimpi buruk, yang memang kadangkala masih datang menghampiri.

Curhat Buruk

Selain mimpi buruk saya juga menyadari satu hal lagi, curhat tentang hal yang buruk. Ada masa ketika saya sangat sebal dengan orang/ kejadian tertentu di kantor atau disekitar saya, maka serta merta saat itu juga saya ingin menuliskannya panjang lebar di blog. Terutama kejadian yang membuat hati saya pedih dan “lumayan” membenci orang. hihihi. Seperti dimaki atasan, dianggap bodoh, disakiti kolega dst. Tapi ketika saya berusaha menuliskannya di komputer, dan tepat di paragraf kedua tulisan itu selalu menggantung. Ujung2nya saya tak jadi menuliskannya dan menghapus file tersebut.

Pernah dulu sewaktu saya masih SD/ SMP punya buku diary. Setelah agak lama tidak menulis, akhirnya saya menemukannya kembali di antara tumpukan buku. Di antara tulisan itu saya menemukan curhat yang penuh amarah, atau ketidaksukaan atas seseorang. Aih… membacanya saja membuat saya tidak nyaman. Untung diary itu terkunci, bisa dibayangkan jikalau ditemukan orang lain? Lantas saya membakar diary itu tak bersisa, berharap curhat buruk yang pernah saya tulis pun terbakar dalam api.

Sedikit demi sedikit saya menjadi paham, ada beberapa hal yang memang tak perlu diceritakan. Terlebih jika itu adalah hal buruk yang menyangkut orang lain dan jika tatarannya adalah masalah “perasaan” saja. Karena sungguh, hati ini akan terbolak – balik. Saat ini bisa jadi kita membenci seseorang, besok kita baru menyadari betapa konyolnya hal itu.

Kelak, jika anak – anak sudah bisa menuliskan perasaannya. Saya akan mengajarkan mereka untuk menulis tentang perasaan mereka yang sedang bahagia saja. Agar ketika mereka membuka diary, maka hanya kenangan indahlah yang akan memenuhi pikiran mereka.

Ah… semoga saya juga istiqomah. ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s