Lima Hari di Jogja (part 1)

Long weekend kemarin kami pergi ke jogja (26 – 30 Maret), bersamaan dengan dipanggilnya saya untuk mengikuti Diklat di Jogja. Abie yang ndak tega melihat saya diklat sendirian memutuskan untuk ikut menemani saya dan otomatis anak – anak ikut serta. Karena surat tugas baru turun hari selasa, 25 maret sore, kami sempat agak kelimpungan mencari hotel. Kalaupun ada, tanggal 29 rerata sudah full semua. Ini karena ada long weekend libur Nyepi, jadi hotel2 di Jogja yang kami hubungi pada full booked semua. Akhirnya kami dapat hotel di Jambuluwuk (hiks… mahal), itupun kami harus mentransfer sejumlah DP terlebih dahulu sebagai deposit.

Sebelum berangkat kami sempatkan browsing beberapa tempat rekreasi di Jogja, maksudnya sambil menyelam yaa.. minum air. Sambil diklat yaa, liburan donggg. hihihi.. Pengalaman dua kali pulkam Salman jatuh sakit membuat saya sedikit was2 dan ekstra hati2 agar dia tidak terlalu kecapekan. Ada banyak pilihan sebenarnya, tetapi rerata menyajikan informasi per lokasi wisata, bukan alternatif pilihan wisata lanjutan selama beberapa hari. Tanggal 27 dan 28 saya harus mengikuti diklat sampai sore, bie yang agak picky milih tempat wisata,membuat wisata kami harus well planned. Actually, kami emang orangnya ndak bisa spontan2 gitulah kalo mau kemana, apa2 harus repot dikit bikin rencana. :-p

Rencana kami berwisata saat itu adalah,

  1. Ramah buat anak dan tidak terlalu melelahkan. Oleh karenanya kami skip wisata ke candi2an selain karena cukup jauh dan panas, juga rasa2nya kurang kids friendly (berundak-undak dan panas)
  2. Keperluan belanja apapun, cukup emaknya yang pergi. Selain karena bie selalu manyun kalo diajak belanja (cowok mana yang enggaakkk?), pun anak2 sering jumping all the round dah kalau di tempat yang menurut mereka gak asik. such as mall, pasar, etcetera.
  3. Tanggal 27-28 pagi, anak2 akan wisata sendiri bersama bie.

Jadi inilah perjalanan wisata kami saat itu. mudah2an bisa jadi masukan buat buibu/ pakbapak yang mau ngajak anaknya jalan2 ke jogja.

26 Mar 2014. Playground Jambuluwuk – Museum Kereta Kencana – Wisnu Batik

Sejak malam sebelumnya sudah ngiklan anak2 supaya besok bangun pagi. Alhamdulillah pagi jam 5 anak2 dah pada bangun dan kooperatif diajak mandi trus makan. Kami sarapan seperlunya (mi instan dan telor dadar, hahaha gpp lah, gak sering2 ini kok). Kami naik Mandala-tigerairways (MT) dari Pekanbaru ke Jogja yang jam 07.55 (hanya ada satu penerbangan dari Pekanbaru tiap harinya). Pesawat takeoff dan landingnya ontime, jam 10an kami sudah landing. Menyempatkan makan bakso dan gudeg di bandara, Alhamdulillah sekali lagi anak2 kooperatif. Salman lahap makan bakso, dan adek habis 1,5 telor gudeg. hehehe. Adek mah kalo soal telor jangan ditanya.

Sekitar jam 11-an kami meluncur ke Hotel Jambuluwuk, di jalan gajahmada. Dari bandara tarifnya Rp55ribu. Jambuluwuk ini gak deket2 amat sama malioboro, gak deket2 amat juga sama alun2/ keratin, dia tengah2 gitu deh. gak banyak juga pilihan tempat makan disekitar. Tapi suasananya asliii, enak banget. Saya segera mengurus keperluan check ini, dan resepsionisnya bilang “ibu maaf, untuk checkin baru bisa masuk kamar jam 2, tapi kita urus keperluannya dulu ya.”

Hadeuh…..nggelandang kemana dong yaa? Untungnyaaa… di Jambuluwuk ini ada playground buat anak2, wuih.. jelaslah mereka seneng banget. ada kali sejam lebih mereka maen disini. Etapi saya mati gaya dong nungguin anak2 main, setelah tanya2 ke resepsionis kami memutuskan menuju tempat wisata terdekat dengan hotel. Museum kereta kencana!

Kami ke museum naek becak (Rp25ribu), disini tiket masuk berempat cuma 9ribu (4ribu tiket masuk, serebu ijin foto). Waktu mau masuk kami ditawari petugas “mau dibantu penjelasan bu?”. Kirain penjelasan ini adalah bagian dari tour guide gt, kayak di Monkasel. Tapi saya agak2 curiga, sebanyak itu orang kok kami doang yang di-guide-in. Tak lama kemudian disela2 cerita tentang kereta dia mulai cerita tentang abdi dalem yang gajinya seginisegitu, ehm..ehm.. saya mulai curiga. Pas akhir dari perjalanan, kami ngucapin terima kasih.. eh, dia nagih tips buat guide hahahaha.

Museum ini berisi kereta2 kencana yang sebagian besar masih dipakai dalam seremoni kraton jogja, misalnya pernikaha, pemakaman, penjemputan tamu2 agung dsb. kondisi kereta sangat terawatt dan bagus. Kereta paling mewah disana adalah kereta kencana yang dilapisi emas 18 karat. Wuihh…. inilah kisah raja2 yang gak pernah saya dengar.

kereta yang dilapisi emas 18 karat

kereta yang dilapisi emas 18 karat

Setelah dari Museum kami makan dawet di depan museum, murmer sih cuma 5rebu. Jam 2 lebih kami segera kembali kehotel, waktunya untuk istirahat. anak2 juga sudah pada ngantuk, lhaiya wong disuruh bangun jam 5 pagi.

Anak2 dan bie istirahat, lha saya?belanja dong yaaaaa. Haha… mantan bos saya dulu pernah ngerekomendasikan untuk beli batik di Toko wisnu, letaknya di Jl. Ibu Ruswo. Harganya sama kok dengan di malioboro. Gak pake nawar, tapi kalau kita beli banyak akan didiskon. Lucunya, diskon ini hanya akan ditentukan oleh siBos (yang gak keliatan karena dia ngendon di dalam kamar). Jadi kita disuruh bayar sesuai harga, lalu nota kita dibawa ke ruangan si bos, trus kalau dikorting, uang kita dibalikin deh. hihihi, lucu yaa..

Saya dapat piyama dengan harga 17,5rb, baju stelan anak 20rb, sprei, clana panjang, bluse dsb yang harganya termasuk murah loh. gak perlu kepanasan di malioboro dah kalo gini. disini aja cukup benernya. Tapi emang sih… ada beberapa barang yang gak ada. Saat pulang saya mampir ke superindo (nah klo ini deket sm hotel) untuk beli beberapa keperluan di hotel. Kayak air putih, cemilan sikat gigi anak2 (lupa bawa saya). Oiya, ayam goreng di depan wisnu batik ini enak loh, homemade gitu, ayamnya dibumbuin kunyit. Jadi meskipun krispi, rasanya kayak kalo kita lagi bikin ayam ungkep, anak2 lahap loh makan ini.

27 Mar 2014. Taman Pintar – Taman Pelangi

Kamis ini saya harus diklat, tapi bie bilang dia mau ngajak anak2 ke taman pintar. Setelah sarapan, saya pamit diklat dan anak2 maen dulu sepuasnya di playground. Balik kamar, mandi, gegoleran bentar lalu langsung capcus ke taman pintar. naek becak 20rebu (eh seriusan nih, kalo dari hotel mau kemanapun kayaknya becak minimal tarifnya 20rebu deh, ciyuss).

And as predicted. They really have fun there. Sepulang dari diklat mereka antusias banget cerita tentang mobil2an, apa2 yang berputar, gong dll. Taman pintar ini sangat recommended untuk dikunjungi bareng anak2. Belajar sains jadi gampang dijelasin dan fun buat mereka. Tiketnya pun murah, bertiga gak sampai 40 ribu kok. worth it banget lah buat belajar sambil bermain. sangat direkomendasikan!.

ikan yang kalau diinjek lari

ikan yang kalau diinjek lari

Kami makan malam di hotel, karena sepulang diklat saya sudah mampir dulu di rumah makan untuk beli beberapa makanan terutama untuk bie yang saat itu sedang puasa.

Selepas isya, kami meluncur ke Taman Pelangi. letaknya di Monjali (Monumen Jogja kembali). Disini kita bisa lihat pelangi meskipun di malam hari. Ada buanyakkkk banget lampion berbagai bentuk, lampion tugu, presiden dari masa ke masa, angry bird, segela jenis hewan sampaiiii lampion tentang korea ada disini. warni-warni indah sekali. Bayarnya 10rb/orang (anak2 gak dihitung). Areanya cukup luas, jadi di taman pelangi ini kami muter2 sampai pegel. Kami gak nyewa beberapa permainan disini, kayak becak/sepeda kerlap-kerlip soalnya kok kayaknya agak kurang safe gitu yah, maen begituan di malam hari. hehehe. Kalau ABG sih gpp kali ya.. Setelah dari Taman Pelangi, anak2 pun ketiduran di taksi. hehehe.

korea di jogja. hihihi

korea di jogja. hihihi

28 Mar 2014. Gembira Loka Zoo – Mirota – Malioboro

Siangan bie ngajak anak2 ke Gembira Loka Zoo. Untung seribu untung anak2 kesininya hari Jumat. karena pas kami pulang lewat sini hari minggu besoknya, tempat ini udah macetttt banget. penuh nuh, isinya bis2 pariwisata yang entah dari mana saja. Jadi wisata ke gembira loka zoo ini dapat dinikmati oleh anak2 karena suasananya cukup kondusif. GL Zoo ini termasuk bersih dan satwanya terawatt (kalau dibandingin Zoorabaya sih. Anak2 paling excited di sangkar burung, ada sangkar besar dimana burung bisa kita sentuh dan makan disekitaran jembatan. Disini hebatnya, anak2 jalan kaki sendiri loh ngelilingin GL Zoo ini, sesekali sih minta gendong, tapi gak sering2, mereka juga gak mau naek kereta yang emang ada buat pengunjung yang pengen ngelilingin GL Zoo dengan kereta. Setelah jalan2, anak2 makan siang di kapal tengah danau. Sayangnya, karena saya gak bisa ikut, bie jadi gak bisa nyobain ATV di GL Zoo ini. hehehe, maapkeun ya bie… nexttime yaaa. InsyaAllah.

Gembira Loka Zoo

Gembira Loka Zoo

Pulang dari GL Zoo, tidurlah mereka dengan nyenyaknya.

Sorenya, disertai rintik2 kecil kami menuju Mirota Batik di Malioboro. Beli mainan dan miniatur becak buat anak2 dan bie. Beli tas travel di malioboro karena yakin bawaan kami gak bakal muat di koper. hahaha. Beli makan malam di lesehan sekitar situ sambil dengerin pengamen di jalan, trus balik ke hotel.

(bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s