Celoteh Anak : Pria berhati lembut kami

Salman sepertinya mewarisi jenis suara cempreng milik saya, kecil melengking. Campuraduk perasaan saya, karena saya aja sering diprotes karena suara saya kekencengan. Tapi ahh.. sudahlah, Salman tentu punya cara sendiri nanti mengatur “berkah” yang diberikan Allah kepadanya ^^

Sementara Sufyan mewarisi suara lembut abie, suaranya kecil dan lembut jika didengar. tidak pernah ada tone tinggi ketika dia berbicara. Selalu pelan… sedikit kontradiktif dengan tingkahnya yang aktif sih. tapi ternyata… hati Sufyan, juga selembut suaranya. Mau tahu kenapa?

Saya akui saya ini orangnya ekspresif, jika saya suka akan bilang dan ekspresikan ke-suka-an saya. jika saya sedih, saya pun akan bilang dan ekspresikan kesedihan saya. Jadi setiap pagi, setiap bangun/ sebelum tidur, setiap saya memeluk anak2, setiap saya menatap anak2, saya akan selalu bilang :umie sayang banget sama mas/ adek”, “iloveyou adek/mas”. Dan ternyata. bagian ini yang menular ke Sufyan.  dia termasuk sangattt responsive terhadap ucapan sayang saya. jika saya bilang “iloveyou” dia akan otomatis bilang “iloveyou umie”. Kalau saya bilang “umie sayang banget sama adek” dia akan otomatis bilang “adek juga sayang banget sama umie”. ^^

Kalau saya pasang wajah sedih di depan Sufyan, otomatis dia akan datang memeluk saya, ngusap2 rambut dan bilang “umie jangan sedih”. ^^

Atau jika saya merasa keberatan atas tingkahnya, misal dia sengaja ngrebut mainan masnya, nyenggol badan masnya sampai sakit, saya tinggal masang wajah keberatan saya, dan dia akan bilang “maaf mas, adek nggak gitu2 lagi kok”. ^^

Kami pun ritual private sebelum tidur, dia paling sukaaa memegang tangan saya, kadang bilang “adek mau cup umie” maka dia akan salim. tapi yang paling sering sih, dia pakai telunjuk saya buat ngupil!. hihihi… sejak bayi lo itu. ^^

Sampai beberapa bulan yang lalu saat saya sakit, benar2 sakit karena demam. kepala saya terasa berat sekali. jadi saya tiduran dan bilang sama sufyan kalau saya mau istirahat duluan ya. Sini, saya ceritakan dialog menyentuh kami.

U : umie sakit deh, umie bobok dulu ya.

S : iya umie, Laa ba’sa tahuurun insyaAllah. (ndak papa, insyaAllah penyakit ini akan menyembuhkanmu – doa untuk orang sakit)

U : makasih adek.

S : umie berdoa juga, Allahuma afiini fii badani, Allahuma afiini fi sam’I Allahumma afiini fii bashori.

U : (saya pun mengikuti panduan dia berdoa)

S : sini umi, adek usuk2 (usap rambut maksudnya). dan sufyan mengusap rambut saya.

U : (saya tersenyum)

S : umie kalo sakit pake bantal adek aja. (nyodorin bantal kecilnya).

U : makasih.

beberapa detik kemudian

S : sudah umi, bantalnya gantian. adek mau pake

U : whahahahaha.

Semua yang dikatakannya memang perlakuan saya ketika dia atau masnya sakit. Tapi sungguh nggak nyangka jika anak2 dapat memperlakukan kita selembut itu juga. Alhamdulillah jika Sufyan dapat seperti itu seterusnya. Karena tentunya kami akan menua, dan alangkah indahnya, jika di penghujung usia ada anak kita yang akan menuntun kita tetap berbakti kepada Allah disaat sakit sehingga mampu menjemput khusnul khotimah. amin….

Sufyan_Pria berhati lembut kami

Sufyan_Pria berhati lembut kami

Terima kasih Sufyan, kamu akan selalu menjadi pria berhati lembut kami. ^^

umie sayang banget sama adek. ^^

Iklan

4 thoughts on “Celoteh Anak : Pria berhati lembut kami

  1. Anak-anak itu peniru nomor wahid …
    Saya tersenyum membaca penuturan Umi “… dia pakai telunjuk saya buat ngupil …”

    Lalu tiba-tiba mellow saat Sufyan meng-usuk-usuk kepala Umi nya …
    Sufyan sayang banget sama Uminya …

    Salam saya Umi

    (7/2 : 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s