Beli Rumah Tanpa Pinjam Bank

Beli rumah tanpa pinjam bank? bisa!, Insyaallah bisa.

Saya sudah pernah bercerita tentang prosesi kurban yang sesuai sunnah disini. Dan dengan keyakinan dan niat kepada Allah ta’ala. InsyaAllah… dimana ada niat dan kemauan selalu ada jalan.

Tulisan ini “terpaksa” saya keluarkan mengingat referensi/ sharing mengenai proses pembelian rumah tanpa melalui bank sangat minim di internet. Dulu saya pernah browsing mengenai hal ini, namun karena masih jarang yang sharing, jadi saya bermaksud untuk member gambaran mengenai proses pembelian rumah tanpa kredit bank.

Bismillah….

Awal menikah, keluarga besar sudah mendesak-desak kami untuk segera membeli rumah, via KPR tentunya. Alasannya sama seperti yang orang lain sudah kenal sebelumnya “makin tahun, harga property akan makin mahal. jika kita tidak mulai nyicil dari sekarang mana bisa kita beli rumah?”.

Jujur saya galau, hihihi. waktu itu saya sudah seringgg sekali membujuk suami untuk nyicil rumah. Tapi Alhamdulillah, suami saya cukup teguh perihal KPR ini, jadi selama empat tahun kami selalu tarik ulur. Prinsip utama tidak mau KPR tidak saya jabarkan disini, referensi sahih monggo dibrowsing. Utamanya sih karena unsur riba didalamnya yang bagaimanapun sangat membuat kami keberatan menjalankannya. Qodarullah juga, saat itu..utie (mama saya) sangat keberatan jika kami memutuskan membeli rumah di Pekanbaru. Hal ini karena Pekanbaru adalah tempat rantauan kami, bukan homebase. Beliau khawatir, siapa yang akan merawat rumah jika kami sewaktu2 dimutasi ke daerah lain. Saat itu juga, teman2 saya banyak yang bilang “ leyn, temen gue yang krudungnya lebih panjang dari lu KPR juga kok.” Hehehehe, apa hubungannya ya?

Akhirnya selama empat tahun kami pun menabung uang kami dalam berbagai bentuk. Umumnya si melalui tabungan pendidikan, tabungan “beku” (istilah saya untuk dana cadangan), dan piutang (hehehehe).

Suatu hari, sepulang dari kajian di masjid. Pada sepeda motor abie terselip brosur rumah. Dalam brosur itu tidak tertulis rincian KPR, hanya denah dan jumlah rumah yang sedikit. Lokasi rumah yang ditawarkan pun dekatttt sekali dengan lingkungan yang kami impikan untuk ditempati. Dulu kami sudah ancang2 untuk pindah kontrakan di daerah tersebut, mengingat Fasum Fasos-nya lebih dekat. TKIT dan SDIT yang satu kompleks. Kami sudah pernah hunting kontrakan disekitaran daerah tadi karena Salman sudah mulai besar dan cukup umur untuk sekolah.

Saya memberanikan diri menelpon ke nomor pengembangnya. Abie sebenarnya waktu itu masih ragu, tapi saya bilang “gpp, hanya nelpon aja kok”. Pengembang pun menjelaskan hanya menjual rumah secara cash dan cash keras. Cash keras adalah dengan membayar DP 50% dari harga jual, sisanya dicicil selama 2 tahun, TANPA BUNGA/ Penambahan apapupn. MasyaAllah…. sebuah peluang pikir kami.

Kamipun mencoba mengecek lokasi dan rumah contohnya, dan langsung jatuh cinta pada saat itu. Segera kami menghitung jumlah tabungan untuk DP, ternyata masih kurang puluhan juta. Bismillah, kami pun melobby pihak pengembang, Alhamdulillah beliau mau mengurangi dan memberi tenggang untuk cicilan DP-nya, dan qodarullah… ada beberapa pihak yang melunasi piutangnya. Alhamdulillah.. uang di tangan kami cukup sebagai DP.

Rumah baru dibangun setelah DP kami lunas, antar pihak pembeli dan penjual pun segera mengurus perjanjian pinjam-pakai di hadapan notaris. Artinya selama pembayaran belum lunas, rumah itu masih menjadi milik pengembang, dan kita diizinkan untuk menempati. Setelah pembayaran lunas, perjanjian jual-beli sesungguhnya dibuatkan. Sekilas mungkin memancing perasaan takut ditipu pengembang ya? tapi tenang, dalam klausul perjanjian juga disebutkan pasal2 yang menguntungkan bagi pembeli (penghuni) yang intinya mengikat hak-kewajiban masing2 pihak. Pun, kami semua tawakkal kepada Allah, kalau rejeki ndak kemana kan?, Pengembang pun ternyata kelak menjadi teman sepengajian abie, dan sudah dikenal oleh orang2 sekitar.

2-3 bulan kemudian rumah jadi dan kami segera pindah, Alhamdulillah utie yang saat itu enggan punya rumah di Pekanbaru, tetiba langsung jatuh cinta dengan rumah dan lingkungan yang kami pilih. Sekarang pun, beliau termasuk berat meninggalkan Pekanbaru, karena di halaman depan ada tanaman klengkeng dan mangga yang sedang mekar2nya. hihihi.

utie dan mangga kesayangan

utie dan mangga kesayangan

Sudah jodoh, sungguh semua sudah diatur oleh Allah sesuai kehedakNya. Sebelum 2 tahun pun, kami dimampukan Allah untuk melunasi rumah tersebut, sekarang tinggal proses sertikasi balik nama rumah.

Jadi ….. dimana ada azzam dan keyakinan yang kuat, insyaAllah akan dimudahkan jalannya oleh Allah. ayo semangat!

Pekanbaru, Early December 2013.

Iklan

8 thoughts on “Beli Rumah Tanpa Pinjam Bank

  1. Subhanallah mba..air mataku menetes ikut terharu baca artikel diatas.semoga aku jdi salah satu org yg dimudahkan allah punya rumah kayak mbak. Amin
    sukses selalu ya mba.

  2. Insyaallah, jika kita niatkan dibarengi doa kepada Allah swt maka keinginan baik kita dapat terwujud.
    Saya ingin share Pengembang yang melakukan penjualan rumahnya di lakukan TANPA BANK dan TANPA BUNGA.
    Syarat sangat mudah : fotocopy KTP, KK dan surat nikah
    Tanpa : BI cheking, survei, slip gaji dll.

    Beli cash atau dicicil harga beli rumahnya adalah sama.
    mekanismenya, bayar Dp dan sisanya dicicil selama 8th/96 bln tanpa bunga sampai lunas.
    silahkan kunjungi : http://www.bukitsavannaresidence.com
    atau informasi langsung ke senior marketingnya:
    Ida : 0813 8049 9747
    Agung : 0811 1014 711
    email : savanna.marketing@gmail.com

    Semoga Bermanfaat

  3. alhamdulillah, terima kasih atas cerita ini, smg menjadi motifasi buat kita semua terutama sy, sy juga saat ini berniat untuk membeli rumah untuk keluarga kami, cuman saja uang yg kami punya hanya ada 40% saja dari harga rumah tsb (sehingga saat ini kami fending/cancel dulu, sdh berusaha pinjaman tambahan jg belum tiba), smg sy juga salah satu dari orang yg akan dimudahkan Allah utk memiliki rumah buat keluarga kami nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s