Celoteh Anak

Kedondong dan Satu Lagi

Akhir – akhir ini, Salman sering banget ngomong yang belakangnya ditambahin dong, dong, dong.

“mas dulu dong”, “gantian dong”.

Semua2 dikasih akhiran dong, saya dan utie yang denger jadi ngakak sendiri, nih anak sering banget ngomong dong, dasar kedondong!.

Kalimat lain yang dia sering dia bilang adalah :

S1 : Umi, mas punya ide satu lagi (sambil tangannya ngacungin angka satu)

U : apa tu mas?.

blablabla, dia akan cerita panjang lebar tentang idenya itu. Biasanya sih tentang ide mainan truk, menggambar mobil dll.

Kebiasaan ini diikutin sama adek loh, tapi karena kemampuan bahasa adek masih belum lengkap, yang keinget cuman sebagian.

S2 : Umi, satu lagi!. (ngacung juga, tapi gak lengkap kalimatnya)

whahahaha, kami jadi ketawa ngakak.

Momen gini nih yang bikin saya meleleh

Momen gini nih yang bikin saya meleleh

Cita – cita

Waktu itu kami membaca buku tentang planet2. Ditengah – tengah bacaan, dia tiba2 berdiri, ngambil bloknote, buka tas sekolahnya dan ngeluarin pensil. Dia lalu menggambar roket, secara konsep dia sudah bisa menangkap detil seperti antena, api dan pesawat. Sebenarnya gambar hanya bentuk abstrak lonjong tak beraturan. Tapi penjelasan dia tentang gambarnya yang bikin saya amazed.

Setelah itu dia berkata :

“Umi, mas kalo sudah besal mau melakit loket, mau melakit lobot sama mobil balap. Sama…. melakit buku”.
umi Cuma bisa senyum dan bilang. Aminnnn ya Rabbi, amin.

Celoteh dan gambar Salman ini, saya tulis di buku diary saya tentang milestone anak – anak. Nanti kalau dia sudah besar, insyaAllah akan saya ingatkan dia. J

Setelah cerita begitu, Salman membisikkan lagi cita – citanya ke telinga kiri saya, adek nggak mau ketinggalan, dia ikutan berbisik di telinga kanan saya dan bilang “Umie, nanti adek belikan loket yahhhh”

Hahaha, ada2 aja.

Mas, adek, Thank You For Giving umie such a precious moment for my Eighty on Twenty.

Iklan

4 thoughts on “Celoteh Anak

  1. Diary tulis ya? Kenapa nggak memaksimalkan blog aja? Potret karya2 mereka, rekam suaranya, atau rekam dalam video kalau sempet. Terus taruh di blog, tambahkan tulisan secukupnya. Kalau nggak mau dibaca orang, set “privacy post” (atur password-nya). Bila waktunya tiba, buka privacy-nya atau beritahu passwordnya ke mereka.

    FYI, keluarga kami sudah merintis projek semacam ini. It will be awesome! 🙂

  2. udah pak, tapi dibumihanguskan di multiply. 😦 kalau diary tulis karena bs sy bawa kemana2, jadi sy bisa nulis kapan aja (susah nulis di hape), baru kalau ada waktu luang sy pindah ke blog. ide bagus banget itu, di blog ini nanti coba saya implementasikan. mohon sarannya ya. makasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s