SIM, Setelah 10 Tahun

Saya belajar motor sejak SD, waktu itu papa beli Suzuki bravo yang bodynya ramping dan agak rendah. pas belajar nyetir, brakkk…. langsung nabrak jip orang.

Pernah suatu hari saat sy masih SMP, sy mundurin sepeda motor, brukkkk sy jatuh dengan posisi tangan nahan beban motor, langsung masuk UGD untuk diperban.

Mulai naik motor lagi setelah kuliah, sudah lumayan ahli sih. Tapi setelah sy punya suami, sy tidak pernah nyetir sendiri, karena selalu diboncengin.

Masalahnya adalah, sejak 10 tahun itu (dihitung dari umur 17 tahun yaa), sy kalau nyetir nggak pernah pakai SIM. huehehe… Lama -lama kok jadi mikir, masak iyah sih mau terus kucing – kucingan sama polisi?. Kebetulan SIM Abie sudah habis masa berlakunya, akhirnya kami sepakat bikin SIM untuk kami berdua. Maunya sih ikut prosedur, karena kalau disuruh “nembak” ogah ya… wong ada yang murah ngapain nyari mahal?.

SAMSAT di Pekanbaru ini, kayaknya sih udah mulai teratur ya.. step by stepnya sudah cukup jelas dan biayanya transparan. Karena saya baru nyobain bikin SIM disini, saya tidak tahu kalau harga yang ditempat lain gimana. Kami beli map (5 ribu), bayar tes kesehatan (25 ribu), beli formulir (100 ribu), dan materai kalau gak salah.

Setelah itu, KTP Asli, formulir yang sudah diisi, dan surat kesehatan diserahkan ke petugas. Ngantri dulu, lalu kita akan dipanggil untuk foto, dan rekam sidik jari. Haduhh… petugasnya agak galak disini, mungkin maksudnya teges ya, tapi buat saya yang takut berurusan sm polisi ya serem juga. hehehe.

Setelah foto, kami ikut tes tulis. Ada 30 pertanyaan “yes or no” di komputer, isinya seputar tata tertib berlalu lintas. Seperti marka bergaris, muatan, lampu lalu lintas, menyalip dll. Alhamdulillah, sy cuma salah 3 dan suami salah 5, jadi untuk tes tulis ini kami berdua lulus (#bangga banget). Bersamaan dengan kami buanyakkkk yang gak lulus tes tulis loh. Ada yang karena emang gak tahu jawabannya, ada juga yang karena dia gaptek ngoperasiin komputernya. Bagi peserta yang tidak lulus, disuruh ngulang 2 minggu berikutnya.

Sementara yang lulus ngantri untuk ikut tes praktek. Disini ada beberapa orang yang sudah ujian praktek 3 kali lho. Itu berarti dia harus ngulang proses dari awal, karena kalau sudah gagal 3 kali uangnya akan dikembalikan dan harus ndaftar dari enol lagi.

Di ujian praktek, sepeda motor sudah disediakan, ada yang matic, motor cowok dan motor bebek biasa. Ada 6 rute yang harus dilewati, rute yang lurus, belok kanan – kiri, zig-zag, putar balik dan melingkari angka 8. Lucunya nih, waktu jelasain rute pak polisinya tidak pakai praktek, jadi kami tidak tahu, sebetulnya pak polisi itu bisa ngelewati rute itu atau tidak? hahaha. Sy gagal di rute putar balik dan rute lurus karena keliru nurunin kaki, sedangkan suami gagal rute putar balik. Jadinya, kami harus ngulang dua minggu lagi.

Tapi, Alhamdulillah dua minggu berikutnya kami berhasil mendapatkan SIM-nya. Setelah 10 tahun, saya berasa jadi warga negara yang baik. hehehe.

Note : Besok – besok, mau ngajarin anak – anak untuk dapat SIM dulu baru boleh megang motor dah, SIM-nya gak pake nembak tapi.

Iklan

7 thoughts on “SIM, Setelah 10 Tahun

  1. Ini keren nih …
    Dan saya senang membaca bahwa pelayanan publik setahap demi setahap … membaik …

    Memang masih perlu banyak sekali yang diperbaharui …
    namun kita juga tidak boleh melupakan pencapaian yang sudah kita dapat

    Saya mengalami pelayanan yang membaik … di Imigrasi dan BPN …

    Salam saya

  2. Waa, aku juga dah ndaftar, Mii, Akhir tahun lalu. Ternyata karena mau libur akhir tahun, loket pendaftaran SAMSAT Bogor hanya buka sampe jam 10. Padahal saya dtg jam 10.05. Sebeelll banget. Akhirnya nekat tes kesehatan dulu, sapa tau nanti bisa dirayu. Eh, tetep aja gak bisa. Akhirnya tak diemin aja tuh surat sehat. Gak jadi punya SIM deh 😦

    Selamat ya, Mii dah punya SIM 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s