Long Vacation : Surabaya – Silaturahim dan Wisata Kuliner

Awal april, memanfaatkan promo dari Mandala yang return free itu kami memutuskan pulang kampung!!!!. Yippie, setelah tiga taon setengah ndak pulang ke Surabaya, dan dua taon setengah ndak pulang ke Purworejo, akhirnya waktu, kesempatan dan rejeki ada untuk pulang kampung. Alhasil kami mengambil cuti puanjanggg, 10 hari (dengan kompensasi lebaran gak pulang karena tiketnya muahal buanget).

Untuk 3 orang dewasa dan 2 orang anak – anak, tiket pp Pekanbaru – Jogja kami tebus dengan harga 3,7jutaan rupiah. murah kannnn? (sebagai pembanding, untuk ke jogja/ surabaya biasanya kami membayar 2.5jt pp/ orang). Murahnya tiket ini, selain karena promo, juga karena penerbangan ini tidak pakai transit ke Jakarta, sebagai gantinya perjalanan jadi lebih lamaaaaa. lebih lama deg- degannya di atas sana. hehehehe.

Dari jogja kami dijemput oleh keluarga kakak ipar untuk melanjutkan pejalanan ke purworejo (menuju salah satu desa yang duingin disana).

"kereta api bunyinya jes jese, bukan tut tut"

“kereta api bunyinya jes jes bukan tut tut”

Kami istirahat beberapa hari, lalu melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan jalur kereta dari Kutoarjo – Stasiun Gubeng. Kira – kira seminggu kami di Surabaya, lalu kembali ke Purworejo dengan jalur kereta juga. Main di Purworejo, lalu balik ke Pekanbaru melalui Jogja.

Sekarang sy mau bercerita tentang vacation di Surabaya.

Kami senang karena bisa mengenalkan salah satu transportasi publik ke anak – anak. Maklum, di pekanbaru yang kontur alamnya berbukit – bukit tidak memungkinkan adanya jalur kereta api. Wehhh.. excited bener deh anak – anak waktu naik kereta. Alhamdulillah, perjalanan selama 7 jam itu dilalui dengan baik oleh anak – anak. Untungnya, kami sudah prepare mainan dan buku – buku agar anak – anak tidak bosan.

nemu ini di stasiun Madiun

nemu ini di stasiun Madiun

Di Surabaya, Hal pertama yang kami lakukan tentu saja adalah silaturahim!.

cowokk semua, masih kurang satu orang yg cowok juga

cowokk semua, masih kurang satu orang yg cowok juga

Maklum, terakhir ke Surabaya waktu Salman 9 bulan, dan adek (tentusaja) belum ada. Jadi disinilah kami memperkenalkan sepupu-sepupu ke Salman dan Sufyan. Fyi, ternyata, sepupu – sepupu duoSS ini 99 persen cowok loh, dari sekian banyak, cuma 1 orang yang cewek. Lucu yaa? jadinya sy yg biasa liat anak – anak cowok, kemana – mana ya ngegendong si cantik itu. hehehe

aira-little princess, anaknya adekku

aira-little princess, anak adek sy

Sebagai bagian study tour untuk anak – anak, sy membawa mereka ke Monkasel, – itu tuh museum Kapal Selam yang legendaris- dan KBS. Melihat dan menyentuh kapal selam pertama kalinya, membuat mereka excited . Lumayan disana, sudah ada pemandu yang menjelaskan isi Monkasel, kayaknya sih anak SMK magang, tapi lumayanlah bikin duoSS manggut manggut (entah ngerti entah enggak. hehehe) tapi sayang, hasil jepretan anak ini ngeblurrr semua, jadi kami tidak punya foto bersama yang bagus.

Besoknya kami mengajak anak – anak ke KBS alias Zoorabaja. Miris deh liat KBS sekarang, koleksi satwanya banyak yang kosong (lebih kosong dari jaman Salman kesana pas umur 9 bulan itu). Waktu itu, tidak ada jerapah, karena kata orang disitu, jerapahnya pada mati. Trus harimaunya nglentruk aja (bobo2an gitu). Besoknya pas kita mau balik ke Purworejo, kita denger ada harimau yang mati juga. Hmm… semoga pemkot lebih concern yah ngurusin Zoorabaja ini. sayang banget loh.

gerombolan anak Paud *susah motonya

gerombolan anak Paud
*susah motonya

Karena saking lamanya anak – anak gak ketemu sama keluarga besar, jadi kepulangan ke Surabaya ini lebih pada silaturahim aja. dari satu sodara ke sodara yang lain. Alhasil, cuma dua tempat itu dan arena permainan di Bonjes (ini bahasanya mbakku sih untuk menyebut BG Junction, ehhehe)

Tapiiii… sejak dari Pekanbaru sy sudah berniat, apapun yang terjadi, sy akan memenuhi hasrat wisata kuliner sy. Jadi… hunting makanan – makana khas Surabaya sudah pasti sy lakukan. meski ada beberapa bukan di tempat favorit dan kadang sendirian (demi kondisi fisik abie dan anak – anak), tetap sy lakoni untuk cari makanan impian sy. Diantaranya adalah : semanggi, lontong balap, lontong kupang, soto Madura, terang bulan Holland, kikil Surabaya, iwak pe penyet, tahu campur, bakso sayang “bu Etik” yang dulu di SMA 2, bakso kedungdoro, dan es blewah. wehhh… puassss. Here they are,….

bakso kedungdoro

bakso kedungdoro

bakso sayang bu etik

bakso sayang bu etik

es blewah

es blewah

iwak pe penyet

iwak pe penyet

lontong kikil

lontong kikil

lontong kupang

lontong kupang

semanggi

semanggi

Selamat ngilerr…. ^^

Last… its fun, hommy and delicious journey. banyak – banyak Alhamdulillah

Next, sy akan cerita vacation di Purworejo dan Jogja

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s