Rumitnya e-KTP

Ketika sosialisasi e-KTP digalakkan, sy menaruh harapan besar bahwa e-KTP akan mempercepat proses-proses adminsitrasi kependudukan. Namanya saja e alias electronic, sy membayangkan bahwa semua proses akan online, mudah dan gak ribet. Faktanya?

Setelah beberapa tahun memiliki KTP biru, akhirnya pada akhir tahun 2011 kami mendapatkan panggilan untuk melakukan perekaman data sebagai prasyarat pembuatan e-KTP. Rekam data, rekam iris, rekam sidik jari, dan rekam data pribadi dan alamat kami lakukan. Sebulan kemudian, akhirnya kami mendapatkan e-KTP kami, itupun setelah dua kali datang dan tidak tahan dengan antrian panjang. Alhamdulillah kami akhirnya punya e-KTP.

Qodarullah, pada tahun 2012 Allah memberikan kami rezeki sebuah rumah yang letaknya lain kecamatan dari rumah kontrakan kami yang sebelumnya. Dulu kami tinggal di Kecamatan X, sekarang kami tinggal di Kecamatan Y. Sebelum mengurus surat pindah, suami pernah menanyakan ke Disdukcapil mengenai bagaimana proses pengurusan e-KTP kami selanjutnya, karena kalau pindah domisili kan berarti pindah KK (kartu keluarga), dan otomatis data alamat rumah di e-KTP kan juga harus berubah. Jawaban Disdukcapil waktu itu ngambang, karena “arahan” dari pusat belum jelas mengenai hal ini. Jadi kami memutuskan untuk mengurus surat pindah saja. Setelah menyelesaikan administrasi2 dii RT-RW-Kelurahan yang baru, akhirnya kami membawa seluruh berkas kami ke Kecamatan Y.

Dan tahukah apa solusi yang diberikan oleh Kecamatan Y? e-KTP kami ditarik, kami membuat KK baru dan mendapatkan kembali KTP BIRU dengan alamat yang baru. Hahahaha… rasanya saya pengen ketawa saja, trus maksud pembuatan e-KTP itu apaaaaaa? Waktu kami menanyakan hal ini kepada petugas (tentu saja kami ndak bilang bahwa solusi mereka itu sangat absurd), mereka bilang “Bawa dulu lah bang, kami juga bingung” (fyi : Pencetakan e-KTP di daerah masih terpusat, jadi data – data dari Pekanbaru akan dikirim ke Jakarta, kemudian dicetak di Jakarta, lalu didistribusikan lagi ke Pekanbaru –sumber dari orang Kecamatan). Artinya, jika kami ingin mendapatkan e-KTP lagi, ya harus ngantri lagi untuk merekam data e-KTP seperti yang lain. Hahahahaha (ketawa putus asa).

Saya pernah mengirim email kesini dan kesini, Alhamdulillah gak ada balasan. Yawes, akhirnya kami pasrah nerima KK dan KTP biru itu lagi, dan mengucapkan bye-bye pada e-KTP kami yang berusia kurang dari 1 tahun di tangan kami.

Honestly, sy kecewa pak Mendagri, karena ternyata proses ganti data e-KTP tak beda dengan cara penggantian data semasa kami masih menggunakan KTP biru dulu, bedanya, e-KTP lebih tebal dan tahan air, itu saja!.

Impian saya, e-KTP itu fungsinya seperti kartu ATM, yang tertera di kartu hanya foto penduduk dan nomor induk saja, sementara data-data yang lain tertanam pada chip didalam kartu. Lalu di masing – masing disdukcapil/ Kecamatan/ Satker manapun yang diberi wewenang ada mesin ATM yang fungsinya untuk melakukan perubahan data. Hanya petugas dengan priviledge tertentu saja yang bisa membuka akses disitu. Untuk keamanan, pembukaan aksespun bisa menggunakan sidik jari atau rekam iris petugas. Jadi kalau nantinya ada perubahan data alamat/ status misalnya, e-KTP itu tinggal digesek di mesin ATM, sret… ketik..ketik..ketik, kunci, beres. Kalaupun untuk penggantian data si penduduk harus melengkapi persyaratan dari RT_RW_Kelurahan, sy rasa penduduk tidak akan keberatan. Jadi kelengkapan data tinggal diverifikasi oleh petugas bersangkutan, lalu ubah data di mesin deh. Selesai… dan e-KTP yang mimpinya akan menjadi online nasional itu akan terbukti. ya tho?

Ahhh… yang paling bikin sy sebel adalah, sy ndak sempat ngapa-ngapain sama e-KTP itu, bahkan foto bersama e-KTP itu juga belum. Malangnya nasibku….

*semoga ada pejabat di Depdagri yang baca postingan ini.

Iklan

24 thoughts on “Rumitnya e-KTP

  1. di Surat kabar lokal ada kyk surat pembaca gt pak, tp tny jwb. dlm sebulan sy itung ada 5 org yg nanya dengan kondisi yg sama (pindah domisili), kadisdukcapilnya blg : gk perlu ganti, tinggal lapor aja. tp prakteknya di kecamatan ndak gt, buat nutup rekening bank juga sulit, bank ndak mau nerima. padahal itu krusial untuk orang2 yang rentan pindah2 ky keluarga kami. haduh… ini sosialisasi kurang atau rencana belum matang ya?

  2. Mau tanya juga nih mba Elaine, masalah hampir serupa. Jadi saya sudah buat E-KTP di bengkulu dan setelah E-KTP itu jadi (kira-kira 3 bulan sesudah pengambilan data, foto, sidik jari,dll) , saya sudah lebih dulu pindah ke bekasi dan sudah memiliki KTP konvensional. Orang tua dan kakak saya sudah lebih dulu buat E-KTP di bekasi tinggal saya yang masih menggunakan KTP konvensional karna saya dapat info kalau sudah punya E-KTP tidak bisa membuat E-KTP lagi, tidak seperti yang konvensional (KTP ganda). Nah kitra-kira apa saya perlu mengurus perpindahan alamat untuk E-KTP nya atau bertahan saja dengan KTP konvensional yang saya punya sekarang ?. Mohon info dan sarannya yaa mba.
    Terima kasih.

  3. hehehe, sy juga sudah coba menanyakan hal ini ke email depdagri mbak, gak ada respon. sy yang pindah kecamatan sj bingung, gimana yang pindah kota ya? 🙂 maaf blm bs bantu

  4. hehehe, sy juga sudah coba menanyakan hal ini ke email depdagri mbak, gak ada respon. sy yang pindah kecamatan sj bingung, gimana yang pindah kota ya? 🙂 maaf blm bs bantu

  5. Haha… sama kasusnya Mas. Saya jg sudah punya eKTP di jakarta, pindah ke Bogor jadi KTP Biru lagi… Hanya saja krn sudah sy prediksi hal ini sebelumnya, saya sudah copy eKTP bbrp lembar, siapa tahu suatu saat akan ‘ada guna’ nya. Eh, skr malah ribut2 eKTP ga boleh di photocopy hahahha…
    Btw, thanks Mas share nya, sy kebetulan sedang cari informasi soal eKTP pindahan 😀

  6. Sama… saya juga pindah kecamatan belum bisa ngurus e-ktp yang baru… penjelasan orang nya ngambang gak jelas….. jdi saya bingung saya harus lapor ke mana dulu sebenarnya? 😦 sebnrnya apa dampak buruk dk mempunyai e-ktp? Klo mmg tdk berdampak buruk saya rasa lebih baik tdk usah di urus e-ktp nya 🙂 dr pada bikin semua org bingung…. (dulu mikir apa ya diadakan membuat e-ktp ???)

  7. Pengalaman pribadi mengurus surat pindah ternyata ribet…..
    Pindah alamat dari kota Jember ke DKI Jakarta ternyata ada masalah,
    Saya baru saja menikah dapat orang Jakarta makanya saya mengurus surat pindah mengikuti istri, dari RT, Kelurahan, Polres, tidak ada masalah, baru timbul ada masalah di Dispenduk.
    Ternyanta no ktp saya ganda dan sudah diblokir. Jujur saja saya belum pernah melakukan pengajuan surat pindah ke Jakarta.
    Berkas saya langsung dikembalikan semua.
    Trus solusinya gmn nich….
    Sampai sekarang saya bingung…

  8. wah sama ni mbak dengan yang saya alami saat ini, pas banget, keluarga saya pindah alamat di kota yang sama di pekanbaru hanya beda kecamatan sudah setahun mau gak mau juga KK berubah dan pindah alamat, orang tua saya dan abang saya juga udah di urus ternyata e-KTP yg sebelumnya ada di kami di tarik ama orang kecamatan dan di anti dengan KTP biru. awal nya saya pikir bakal di ganti dengan e-KTP ternyata tidak. urusan saya kesana-kesini jadi ribet. saya ingin membayar pajak motor, di samsat petugas minta e-KTP dan itu harus menunjukkan yang asli sementara e-KTP saya sudah di tarik oleh kecamatan. bingung!!! dan lagi informasi bahwa 2014 harus menggunakan e-KTP! kecamatan di tanya kenapa tidak e-KTP jawaban nya hanya nanti setelah pakai yang biru lanjut ke e-KTP lagi..wuaaah!!! birokrasi yang sulit, menyusahkan warga negara

    dan saya setuju dengan saran mbak yang terakhir perihal di KTP hanya NIK dan foto saja seperti kartu ATM, jadi jika kita yang suka pindah-pindah ini lebih mudah dalam proses nya

  9. Mba mau tanya , kebetuln saat ini salah seorang sahabat saya sedang kena masalah berbelit2 mengenai ktpnya yang hilang, sahabat saya ingin membuat ktp yang baru , pada saat di polsek dy ingin membuat surat keterangan hilang, lalu dy diarahkan untuk ke kecamatan dan kekelurahan , sayangnya pas dy ke kelurahan katanya berkas ktp dy udah gada gara2 ilang kena banjir , lalu katanya udh gabisa , trus sahabat saya bingung, dan satu2nya cara bagi dy untuk mendapatkan ktp tersebut adalah dengan meniban ktp orang lain, yaitu ktp orang lain yang namanya hampir sama dngn dy yang telah pindah , di ubah fotonya menjadi foto sahabat saya , alhasil sahabat saya memiliki ktp yang tanggal lahirnya jauh beda sekali dg tanggl lahir asli di aktenya , dan namanya juga ada sedikit perbedaan, saya sudah menyarankan kepada sahabat saya untuk mencoba kembali ke kelurahan karna menurut sya ktp yang diterimanya saat ini akan menyulitkan dy ketika dy ingin membuat sim atau nantinya ketika dy ingin membuat akte nikah , maka nama dan tanggal lahir serta umurnya akan mengikuti ktp yang ditiban dengan ktp orang lain tersebut, mohon bantuan dan sharing dari mbak, seharusnya bagaimana cara agar sahabat saya mendapatkan ktp yang asli dan sesuai seperti ktp lamanya yang telah hilang? Trms

  10. yang nyuruh niban siapa ya mbak? ada fotokopi KTP lama?/ KK lama? biasanya itu sangat membantu. Seharusnya polisi cukup memberikan surat kehilangan, dan berbekal surat kehilangan itu+KK dan Akte lain, bisa membuat KTP baru lagi.

  11. wah saya berniat mau pindah alamat rumah sekalian buat KTP BARU sekarang di jawa barat – bekasi bila kejadiannya saya harus seperti bapak di atas saya pikir pikir dulu deh mau pindah alamat …biar aja e ktp Jakarta alamat rumah Bekasi Jawa barat dari pada E KTP Jakarta saya di tarik dan harus buat baru serta menunggu ngapaiin yah…padahal seharusnya E KTP Sdh ada NIK sesuai Kependudukan yang ditetapkan dan tercatat tapi kenapa harus buat ribet begitu yah …saya bertanyadengan keadaan seperti itu rakyat yang goblok mikirnya apa para dinas kependudukan yang tidak becus ngurusnya emang edan negara ini edan edan edan

  12. Saya PNS bekerja 5 hari seminggu di luar kabupaten domisili saya,istri anak juga ikut.Sabtu minggu pulang ke rumah.Jadi saya dua domisili.Saya dulunya punya 2 KK dan KTP tanpa perubahan nama dan data.Saya senang karena ditempat saya bekerja saya jg diakui sebagai penduduk setempat,ikut PILKADES juga.Saat ini saya merasa kok jadi seperti orang lain di tempat saya bekerja,seperti orang perantauan gitu.Padahal saya sdh 22 thn mengabdi.Saya yakin byk yg senasib dgn saya.Tidak mudah meninggakan jati diri kita ditempat kita dibesarkan.

    Saya lihat banyak keribetan yang terjadi dengan sistim ini.Penduduk indonesia mobilisasinya sangat tinggi dgn wilayah yg sangat luas.Ribetnya ususan administrasi membuat orang frustasi.Saya baru tahu kalau syarat untuk pindah harus ada SKCK.Sistimnya juga tersentralisasi di Ibukota Kabupaten/Kota.Apa nggak mikir banyak desa yg sangat jauh dari Ibukota Kabupaten.Otomatis Biaya Tinggi.

    Salah satu sebab diberlakukannya SIAK ini menyangkut masalah DPT.Jika DPT berbasis NIK bisa dipastikan OTOMATIS GOLPUT bisa diatas 5 persen.Diperkotaan para perantau sangat banyak dan mereka belum tentu pindah domisili.Jumlah mereka bisa dipastikan bisa mencapai 5 persen lebih dan otomatis mereka tidak masuk DPT stempat.Dan Jika mereka diperbolehkan mencoblos pakai KTP bagaimana dengan undangan mereka di tempat asal mereka.Undangan mereka di tempat asal inilah yg sering dipermainkan para KPPS alias dicoblos mereka sendiri.

  13. Hapuskan E-KTP……..kembali ke KTP lama. Itu lebih bagus. Tapi piye carane? Pemerintah mempersulit masyarakat dengan pengadaan e-ktp …. itu sangat jelas!!!!

  14. sebenarnya sih niatnya bagus pak,supaya tdk ada dobel ID. kedepannya kan secara ideal (kalo tepat) bisa sbg dasar untuk mendaftar kartu telpon misalnya. cuman preparation baik mslh SDM, SOP dan alat hingga ke daerah yang belum jelas/ mumpuni.dan ini yang bikin agak mbingungi.hehehe

  15. pengalaman saya mengurus perbaikan data KTP lama mudah sekali dan prosesnya cepat, padahal KTP lama, masih manual.
    Tetapi pada saat mengurus perbaikan data e-KTP rumit dan benar-benar tidak jelas. Saya sudah mengurus perbaikan ke kelurahan jauh sebelum pemilu, tidak lama setelah menerima e-KTP dari RT, yang ternyata datanya tidak sesuai dengan KTP lama. Sudah bolak-balik ke kelurahan, jawabannya klise: “menunggu keputusan depdagri”, ditanya pastinya kapan, jawabannya: “tidak tahu”. Terakhir jawabannya: “nanti diinformasikan lewat RT”. Sampai sekarang, November 2014 tidak juga ada kepastian.
    Lalu sebenarnya e-KTP itu apa ya? bukankah kepanjangannya electronic-KTP. Saya sudah menggeluti bidang komputer sejak tahun 90′, dan sedikit banyak mengerti apa arti e-KTP – yang seharusnya. Bayangan saya, semua pengurusan terkait e-KTP akan sangat mudah, jauh lebih mudah dari pengurusan KTP model lama, karena pastinya sudah online dan terkomputerisasi secara sentral. Tapi nyatanya?
    Mudah-mudahan cepat ada perbaikan…..

  16. pemerintah malah mempersulit bukan mempermudah masyarakat dengan kebijakan2nya.masyarakat indonesia suka merantau dari tmpt asalnya.entah di karenakan tugas dari kantor ato lain nya.jadi lebih baik ktp yg lama.drpd ektp yang meniru negara lain.

  17. betul, tapikir dulu e-ktp itu kaya atm aja, cukup nama, nik gitu
    jd ga perlu gonta ganti, bolak balik cetak, ngapain.. klo mau pindah, tinggal update data/lapor ke dispendukcapil aja sama kaya kita update data ke bank, gitu aja kok repot
    lain soal klo kartu hilang/rusak, baru kita minta cetak lagi

  18. Sama mb kejadianny, bermaksud mau merubah data e ktp, malah e ktp saya dganti dgn ktp biru (kertas,konvensional)..e ktp saya pk danun dtarik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s