[Dongeng Anak Muslim] : Pak Dablo Yang Pelit

Di kampung rambutan, ada seorang kaya raya bernama Pak Dablo. Pak Dablo adalah keturunan ketujuh keluarga Slamet yang kaya raya. Pak Dablo mewarisi usaha perkebunan buah – buahan keluarga yang luasnya berhektar – hektar. Jarak antara kebun dengan rumah Pak Dablo hanya tiga puluh menit berjalan kaki.

Pak Dablo perutnya gendut, berkumis lebat dan senang memakai sarung kotak – kotak. Tidak seperti ayah, dan kakek – kakek buyutnya yang sangat dermawan, Pak Dablo terkenal pelit. Pak Dablo bilang, kalau sering membagi – bagikan buah kepada tetangga dan teman – teman, nanti buahnya akan cepat habis dan dia jadi rugi. Oleh karena itu, Pak Dablo tidak mau membagi buah dari kebun kepada orang disekitarnya.

Istrinya yang shalihah pernah menasehati pak Dablo, tapi dia bersikukuh tidak mau bersedekah. Bahkan Pak Dablo membangun tembok tinggi besar di sekeliling kebun agar tidak ada yang mengambil buah – buahan dari kebunnya. Setiap pagi hingga siang, Pak Dablo akan menengok dan mengawasi kebunnya dengan teliti. Sore hari, ketika para pekerja pulang, harus diperiksa dulu oleh Pak Dablo agar tidak ada yang membawa pulang buah – buahan.

Pohon – pohon di kebun Pak Dablo sudah tinggi, buah – buahannya terlihat ranum. Besok pagi adalah waktu panen raya, ada buah rambutan, durian, mangga, kelengkeng, dan salak yang siap dipanen. Pak Dablo membayangkan besok pagi dia akan untung besar. Seperti kebiasaan tahun – tahun sebelumnya, sore tadi Pak Dablo mengunci erat – erat gerbang kebun agar tak ada penduduk yang masuk mencuri buah – buah yang siap dipanen itu.

Malam itu Pak Dablo tidur nyenyak sekali. Dia bermimpi, besok pagi keranjang – keranjang buah yang penuh akan dinaikkan ke atas truk, dijual ke pasar dan menghasilkan uang yang banyak.

Sementara itu, diluar hujan turun sangat deras. Langit gelap pekat, dan suara petir menggelegar bersahut – sahutan. Orang – orang kampung rambutan bergegas masuk ke rumah masing – masing, dan tak ada yang berani keluar rumah.

dhuar…. dhuar… tar…..  suara petir membuat siapapun bergidik mendengarnya.

Bu Dablo yang ketakutan berusaha membangunkan suaminya, tapi Pak Dablo yang tidur pulas tak bergeming, dia masih bermimpi sedang memetiki buah – buahan di kebun.

Pagi harinya Pak Dablo bangun dalam keadaan segar, bergegas mandi dan memakai baju terbaiknya. Dia mengajak istri dan mengumpulkan semua pegawainya. Meminta mereka menyiapkan keranjang dan truk untuk mengangkut buah – buahan. Pak Dablo segera naik ke truk dan melaju menuju kebun yang dicintainya.
Sesampainya di kebun, Pak Dablo membuka gerbang dan matanya terbelalak karena kaget…..di hadapannya terhampar pemandangan yang mengerikan. Seluruh pohon di kebunnya hangus terbakar, pohon rambutan, durian, mangga, kelengkeng, dan salak semuanya tumbang dan menghitam. Rupanya petir yang bertalu – talu tadi malam menghanguskan kebun Pak Dablo. Pak Dablo tak percaya, badannya lemas dan akhirnya terkulai di tanah.

“Habis… semua habis… semua habis” isak Pak Dablo, badannya berguncang dan tangisnya semakin kencang.

Bu Dablo mengusap punggung suaminya, menenangkan suaminya yang menangis seperti anak kecil

“Sabar pak… sabar….”bujuk istrinya

————–

Nah adik – adik… kita harus tahu bahwa menjadi orang pelit itu tidak baik. Bersedekah tidak akan mengurangi harta kita kok. Bersedekah justru akan menambah rejeki kita. Malah dengan bersedekah akan menambah kecintaan Allah kepada kita. Ingat ya, di setiap harta kita ada hak fakir miskin, jadi bersedekah itu sebenarnya menunaikan hak fakir miskin atas harta kita. Oke? jangan pelit ya…?

Salam.

Inspirasi : QS. al-Qalam (68: 17-33).

“Sesungguhnya Kami telah mencoba mereka (musyrikin Makkah) sebagaimana Kami telah mencoba pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari, dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin), lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita. Lalu mereka panggil-memanggil di pagi hari, ‘Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya.’ Maka, pergilah mereka saling berbisik-bisik. ‘Pada hari ini, janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.’ Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya). Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya). Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka, ‘Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?’ Mereka mengucapkan, ‘Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim.’ Lalu, sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela mencela. Mereka berkata, ‘Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas.’ Mudah-mudahan, Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dan Tuhan kita. Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui.”

Iklan

2 thoughts on “[Dongeng Anak Muslim] : Pak Dablo Yang Pelit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s