Pojok Hukuman (Gagal Maning)

Suatu sore, kami bermain bersama di atas kasur. Salman lompat – lompat gak jelas, Sufyan otomatis ngikut. Entah karena terlalu heboh atau bagaimana, Salman akhirnya nendang adeknya sampai ngguling dan nangis. Suasana –pun menjadi hening, kami diem, spontan saya melihat Salman dan bertanya

Umie : “hayo.. kalo salah gimana?”.

Salman: “maaf dek…”

Umie : “trus?”

Salman : “Mas ke pojok aja umie” (pojok hukuman maksudnya)

Salman bergegas turun dan duduk di pojokan kamar. Lalu saya bilang, “empat menit ya, panjangnya di Sembilan” (nunjuk jam)

Salman : “iya”

waktu sudah berjalan 2 menit, eh… lakok adeknya berhenti nangis lalu ujug2 turun kebawah nemenin masnya. Jadinya mereka ketawa – ketawa bareng, Salman bahkan bilang “Poto umie, poto” (minta dipoto, hadeuh… gagal maning gagal manig). perlu strategi baru ngajarin anak2 tanggungjawab nih.

malah mejeng

malah mejeng

*Pojok hukuman sebenarnya bukan bentuk hukuman wajib yang kami terapkan, hanya kadang2 jika sudah mencapai kontak  fisik. Sebenarnya kami masih belum tahu seefektif apa pojok hukuman ini.  J

Iklan

2 thoughts on “Pojok Hukuman (Gagal Maning)

  1. Hehehehe….., malah minta difoto…..
    Tapi, menurut saya itu tidak masalah kok, Mbak, artinya tidak seratus persen gagal maning. Sebab, dengan kesadaran untuk mojok, berarti sudah ada kesadaran untuk bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s