“Mas Sedih Sama Umi”

Pagi itu, jujur kami unwell prepared, maksudnya agak tergesa – gesa sehingga anak – anak kurang disiapkan untuk melepas kami pergi kerja. Alhasil, anak – anak melepas kami dengan berurai air mata, terutama mas, nangis sesenggukkan jerit2 gitu. Biasanya kalau pagi harinya anak – anak gak oke emosinya, pasti akan berlanjut, istilahnya bad mood sepanjang hari gitu.

Siangnya seperti biasa mas pakai acara rebut2an sama adek. Sorenya pas kami pulang kerja, masih kelihatan sekali mas bad mood-nya.

Puncaknya…. tengah malem…

Selepas sholat saya mencium bau pesing, sy cek anak – anak satu persatu, ternyata mas yang ngompol. Padahal mas ini toilet training-nya dah lulus sejak 2,5 tahun loh. Mas hanya ngompol jika terlalu lelah atau sakit atauuu….. sedang bad mood.

Otomatis sy segera mengganti celana dan segera menggendongnya ke KM. awalnya sih gpp, tapi setelah sampai kamar tiba – tiba dia tantrum nangis2 gak jelas, sy dilarang nyebokin dia, gak boleh duduk samping dia, harus gendong dia, kalau mau pergi (ambil selimut buat alas kasur waktu itu) dilarang juga. Alhasil adiknya kebangun,  dan ikut2an nangis, sampai utie yang disebelah ikutan bangun. Akhirnya adek digendong utie dan diusung ke kamar utie. sedangkan sy fokus handle mas.

nangisMas waktu itu nangisnya sedikit beda, dia nangis sambil teriak2 kaya orang lagi ngelepas beban berat di hatinya gitu “ ah… ah….” (nangis sambil ngambil nafas gitu). Saya jadi curiga nih anak kenapa, sy “wawancara” dia untuk nanya apa yang dirasakannya. Semua dijawab “enggak”, akhirnya sy tanya dia begini, “mas marah?”. Lalu tiba2 nada tangisnya menurun, sesenggukan kecil lalu dia bilang “iya, … hiks… hiks… mas sedih sama umie…” Waduhhhhh, rasanya makjleb2, menyayat hati. Langsung sj sy peluk dia dan bilang “maaf ya mas, umie minta maaf”, saya puk2 punggungnya, sy peluk sambil terus minta maaf. Alhamdulillah tangisnya reda, dan gak lama kemudian dia tertidur nyenyak, dan paginya bangun dalam keadaan fresh gitu.

Malam itu sy berpikir keras, sy mencatat betul dalam hati bahwa penyebab mas tantrum kayak gitu karena emosi dia dari pagi sampai siang belum tuntas akhirnya kebawa sampai malam. Don’t’s besar buat sy untuk meninggalkan anak – anak dalam keadaan bad mood saat pagi karena pasti akan ngefek ke behavior dia sepanjang hari itu.

Besok paginya sy mulai hari dengan main badminton, menghujaninya dengan senyuman dan benar – benar mempersiapkan kami agar bisa berpisah dengan damai. Alhamdulillah itu berefek besar bagi mood dia dan tentu saja buat kami.

Catatan :

Untuk anak – anak yang tiba – tiba tantrum, sy punya catatan kecil :

  1. Persiapkan anak – anak dengan baik sebelum berpisah dengan kita (entah saat mengantarnya kesekolah, kita tinggal bekerja dll)
  2. Selalu iringi saat akan tidur dan bangun anak – anak dengan senyuman.
  3. Saat bertemu (pulang kantor atau dari tempat jauh), berikan senyuman dan mood terbaik kita ke anak – anak, mood jelek di kantor tempatnya ya dikantor.
  4. Saat anak mulai tantrum, Jangan keburu kebawa/ kepancing emosi dulu. Tetap tenang dan santaiiiii saja. (trust me, it really helps)
  5. Tanyakan apa yang dirasakan (yang dirasakan ya, bukan apa yang dilakukan)
  6. Peluk dan buat dia tenang, bicaralah dengan hati.

Being parents is a never ending journey of learning

Iklan

7 thoughts on ““Mas Sedih Sama Umi”

  1. memory anak-anak yg masih polos memang acapkali menyimpan dendam, suka, marah, ataupun benci.
    tips nya manfaat sekali mbak, utamanya bagi keluarga kecil sprti saya yang sdg menunggu kelahiran anak pertama kami.
    salam

  2. eh,justru anak2 itu manusia yg plg tdk pendendam lo pak.mreka hny pengingat dan perasa yg baik.mentor skaligus partner blajar.:-)
    slamat ya mau jd ayah.makasi dah mampir

  3. menamai emosi anak penting banget emang Mba. dengan begitu anak jadi tahu apa yang dirasakan dan kita sebagai orang tua bisa mengambil tindakanbyang diperlukan sesuai kondisi anak.

  4. hihihi, gak punya massa eh mas. tapi sebenarnya agak takut gt, krn yg sy baca bu Elly akan mengungkapkan fakta tentang ancaman pornografi kan ya? aku takut parno buanget eh..takut over protektif sm anak2. mahal gak mas kalo ngundang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s