Being Profesional

Seminggu yang lalu kantor sepi, pejabat di eselon 2, 3 dan 4 banyak yang tugas ke Jakarta, para pemeriksa pun sedang turun ke lapangan. Alhasil, tinggallah beberapa gelintir orang di Bagian Non Teknis di kantor. Waktu itu, saat lunch time saya bertemu rekan di mie ayam, beliau bertanya, “ndak pulang mbak?” , Saya menjawab sejujurnya… Lalu dia melanjutkan “Kalo aku sih mbak, gak ada atasan mending pulang aja sama anak – anak”

Kami dulu punya ibu – ibu yang membantu cuci dan seterika baju, beliau datang siang dan setelah tugasnya selesai, langsung pulang. Beberapa kali beliau tidak datang ke rumah, kadang mengirim kabar, kadangkala juga tidak. Kalau beliau tidak datang, kamilah yang akhirnya mencuci baju adek dan seterika.

Kontraktor rumah kami sebenarnya orang yang sangat baik, banyak kemudahan dalam pengurusan rumah kami, beliau pun cepat tanggap jika kami ada komplen. Masalahnya adalah para pekerja bangunannyalah yang tidak standar, mengerjakan rumah seenak hatinya saja. Jadi rumah kami ada yang bocor, kamar mandi miring sehingga air tergenang di belakang kloset, keramik kopong, sela – sela keramik pun banyak yang terbuka sehingga semut banyak yang keluar masuk, Lubang angin tak simetris, pojokan dinding masih banyak yang belum tertutup cat dengan sempurna. Berkali – kali komplen, kami pun menyaksikan sendiri bahwa masalahnya adalah : segitulah kemampuan mereka.

Bukannya saya tak sayang anak, tapi saya kerja dan dibayar oleh negara mulai jam sekian sampai dengan jam sekian, dengan tanggungjawab seperti ini dan itu. Memang tidak ada pengawasan dari atasan, tapi bukankah saat mengucap janji PNS, saya sudah berazzam untuk professional? (Dan dimanakan letak pengawasan Allah kalau begitu? jika kita hanya takut pada atasan saja?)

Pun demikian dengan para pekerja rumah tangga dan bangunan di sekitar kami, mengambil tanggungjawab pekerjaan jenis tertentu akan lebih maksimal sekali jika didasari kesadaran untuk berbuat professional. Pekerjaan yang diajlani dengan professional (trust me!) akan menghasilkan kepercayaan dan keyakinan akan mutu masing – masing pekerja. Semua senang dan tidak ada yang dirugikan.

Saya bermimpi, Alangkah damainya dunia ini, jika semua orang secara jujur melakukan tugasnya masing –masing dengan professional. Semoga kami termasuk orang – orang yang demikian. Amien…..

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. 94 : 7-8).

Iklan

One thought on “Being Profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s