Priaku, Perbincangan yang Menenangkan

Saat Salman sakit, adalah masa – masa yang mengguncangkan hati, pikiran dan kantong kami. Bayangkan, anak yang belum genap 4 tahun sudah harus berada di meja operasi. Saat itu pula, abie Salman sedang ditugaskan keluar kota. Salman pun dirawat di Rumah Sakit terbesar, termahal dan “terbisnis” menurut saya.

Alhamdulillah, beberapa kemudahan mengiringi kami pada masa – masa itu. Salman termasuk anak yang jarang mengeluh dan penurut, sehingga proses penyembuhannya mengalami kenaikan yang signifikan. Selain itu, abie mendapat dispensasi dari tim-nya untuk menemani Salman dan saya selama operasi dan beberapa hari sesudahnya.

Sedangkan mengenai biaya operasi, Alhamdulillah Allah memberi jalan.

Memang, Dia tak memberi cobaan yang tak sanggup ditanggung hambaNya. Kali ini saya ingin bercerita mengenai pembiayaan rumah sakit dan kondisi pasca operasi Salman.

Meski ditanggung Askes, dokter rumah sakit kerapkali menggunakan obat – obatan paten yang tidak ditanggung. Satu ampul obat yang hanya bisa digunakan 3-4 kali suntikan berharga 300ribuan, sedangkan obat yang lain berkisar di harga 100ribuan. Jatah Askes kami yang hanya bisa untuk kamar kelas II terpaksa harus di-upgrade, karena kamar yang tersisa saat itu adalah kamar VIP (selisih 2 tingkat).

Uang harian abie untuk tugas ke luar kota baru saja diserahkan untuk membantu keluarga lain yang membutuhkan. Praktis saat itu kami menggantungkan pada tabungan pendidikan anak – anak yang belum jatuh tempo. Pasca operasi, saya mengurus adminstrasi penutupan tabungan pendidikan di Bank sekaligus bertanya – tanya tentang mekanisme pinjaman ke Bank. Meski Suami saya, abie, sangat menghindari urusan pinjam –meminjam, baik itu cash ataupun KPR di Bank karena unsur riba-nya, saya tetap tanya – tanya untuk jaga – jaga J. Dan dimulailah perbincangan kami sore itu……

Biaya Rumah Sakit

Umie : Bie, gimana kalau uangnya kurang?

Abie : Sudah, itu urusan abie

Umie : Tadi umie waktu ke Bank tanya – tanya  tentang cara pinjam uang ke Bank. bla.. bla…

Abie : Hmm….

Umie : Abie tetep mau pinjam uang ke orang ? apa abie gak malu?

Abie : Apa umie gak malu sama Allah?

Umie : *jeger*

Alhamdulillah, biaya rumah sakit masih tercukupi dengan tabungan pendidikan anak – anak ditambah sisa tabungan di rekening bulan itu. Bahkan masih tersisa uang untuk biaya hidup sehari – hari hingga akhir bulan.

Demam Pasca Operasi Usus Buntu

Lain waktu, karena pasca operasi Salman masih  demam. Saya sudah paranoid berfikir yang enggak – enggak mengenai efek samping operasi. Saya browsing-lah ke internet, dan menemukan berbagai hal seram tentang orang yang mengalami hal – hal tidak mengenakkan setelah operasi usus buntu. Saya yang ketakutan pun curhat dengan abie.

Umie : Bie, gimana nih, di internet banyak yang masih sakit setelah operasi, ada yang infeksi ada yang bernanah bla.. bla.. bla….

Abie : Mie, Jelas aja di internet orang yang operasinya bermasalah akan bertanya di internet karena dia butuh jawaban. Pasti jarang banget orang yang baik – baik saja setelah operasi usus buntu ikut bertanya atau nulis. Kita berdoa dan tawakkal ya sama Allah, semua sudah melakukan yang terbaik.

Umie : *jeger*

Alhamdulillah, sejauh ini Salman terus membaik dan dapat beraktivitas kembali seperti semula. semoga terus sehat… amien….

Alhamdulillah Ya Allah, engkau menyatukan aku dengan pria yang menenangkan hati seperti ini. Sehingga rasanya lebih ringan menjalani ujian dariMu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s