11-11-12 : Salman, 3 Tahun 7 Bulan, Operasi Usus Buntu.

Jumat, 2 November :  siang : Salman demam

Sabtu, 3 November: batpil mulai keluar (Alhamdulillah, berarti memang virus)

Minggu, 4 November: demam hari ketiga, naik turun dikisaran 39 – 40,6. Salman yang memang ogah minum obat, memilih dikompres saja untuk menurunkan demamnya.  Kami bertiga sudah kewalahan megang salman untuk minum setetes parasetamol., tapi tetap berontak dan nyembur – nyembur obatnya.

Senin, 5 November: demamnya turun, batpil masih. Horeee… tinggal penyembuhan berarti. Sufyan mulai ikut-ikutan demam dan batpil.

Selasa, 6 November: tiba – tiba demamnya naik lagi, Salman kembali naik ke kasur (nih anak kalau berasa badannya gak enak, langsung rebahan aja di kasur gak mau main.)

Rabu, 7 November:  Pagi demam turun, mulai bingung nih anak kenapa ?(berarti bukan cuma batpil saja), malamnya dia histeris, megang perutnya dan bilang “sakit – sakit”, minta dikompres perutnya. Semalaman tidak tidur.

Kamis, 8 November: demam on – off lagi, dibawa ke dokter. diagnose, ISPA dan Maag. Salman dipaksa minum obat untuk sakit perutnya, Malam itu, dia lumayan bisa tidur.

Jumat, 9 November: pagi, perut salman kaku, dia kesakita sangat, perutnya tidak lepas dari kompres. pukul 10.00, saya gendong dia naik taksi (berdua saja, karena utie jaga adik, dan abie kerja di luar kota). Awalnya saya mau ajak dia ke dokter langganan, tapi demi melihat dia meringis terus, duduk tak mau, direbahkan tak mau, dan terus menerus menekuk kakinya, saya putuskan membawa dia ke UGD. feeling saya mengatakan ada yang tidak beres dengan perutnya, bukan sekedar maag saja.

Dokter UGD memeriksa dan diagnose awal adalah abdomen pain, diminta tes darah. Saya setuju, karena demam sudah lebih dari 72 jam. Diminta rawat inap, saya pun setuju, karena melihat salman kesakitan.

Malam itu dr. Desy Kamadewi, SpA visit, dokter anak rujukan dari rumah sakit. Saya sih OK saja, karena toh saya agak kecewa dengan penganangan dokter anak langganan kami waktu menangani Sufyan dulu. Jadi saya setuju untuk “mencoba” dokter yang rame pasien ini.

Kondisi saat itu :

Saat berdirir kaki kanannya njingkat.

Tidur dengan kaki ditekuk.

Demam masih on – off

Hasil tes darah semua normal

Hasil tes urine semua normal

Nyeri di seluruh bagian perut, terlebih di bagian kanan di sebelah tulang panggul.

Selain Sp.A, dokter juga mengirimkan SpTHT, diagnosanya Salman mengalami infeksi Saluran Telinga Tengah.

Anyway, Saya sebenarnya agak kecewa, karena kedatangan saya ke RS mengeluhkan sakit perut Salman, tapi dokternya masih berkutat di ISPA.

Sabtu, 10 November : melihat sakit perut salman menjadi – jadi, akhirnya SpA (akhirnya) merujuk dokter Spesialis Bedah Anak, dr. Ismar, SpBDA (cmiiw). dokter Ismar curiga apendisitis perforasis (usus buntu yang sudah radang dan pecah) Salman langsung diminta rontgen dan USG. Rencananya, dokter Ismar mau visit lagi malam harinya, tapi kami tunggu sampai jam 12 malam, beliau tidak datang.

Minggu, 11 November : Melihat kecurigaan dokter bedah dan petugas USG atas diagnosa apendisitis, sedangkan penanganan terhadap Salman tidak cepat, akhirnya kami komplen ke SpA mengenai hal ini. SpA hanya bilang “belum tentu apendisitis kan bu, kita tunggu dokter bedahnya saja”. Siangnya, dokter bedah datang dan diputuskan operasi pukul 4 sore.

Hasil Saat itu :

Hasil rontgen : ada bercak di pinggul kanan Salman

demam masih on – off

nyeri tak tertahankan di pinggul bagian kanan.

Saya sudah browsing dan konsul ke teman dokter yang lain, namun keluhan dan tanda – tanda Salman tetap mengarah ke apendisitis.

Salman dicek oleh dokter lain (dokter umum) kecurigaan juga sama.

Pukul 15. 00 : Dokter anastesi visit, dan menjelaskan proses anastesi dan resiko dari pembiusan untuk Salman (mengingat Salman ada batpil jadi resikonya lebih tinggi). Kami disuruh banyak berdoa, tapi insyaAllah sudah ada tata laksana.

Pukul 15.30 : Salman dipersiapkan menuju ruang operasi

Pukul 16.00 – 16.45 : Operasi berlangsung

Pukul 16.45 : Salman belum sadar tetapi kami boleh menungguinya

Pukul 17.15 : Salman Sadar dan menangis

2012-11-11 17.35.15

Pukul 18.00 : Salman kembali ke kamar

Malamnya, Salman guling2 nahan sakit. berkali – kali teriak pengen dikompres 😦 . MasyaAllah, tidak pernah melihat Salman se-Sakit itu.

2-3 hari kedepannya, demam masih on – off, nyeri sudah berkurang. Karena itu dites darah lagi untuk melihat tingkat infeksinya. Alhamdulillah hasilnya tidak infeksi, hanya proses, karena usus buntunya sudah pecah.

Jumat, 16 November : Salman pulang kerumah.

Butuh waktu 3 – 4 hari agar jahitan kering. dan kurang lebih 7 hari untuk membuat kondisinya fit kembali.

Sebagaian besar orangtua yang mendengar kisah operasi Salman, buru – buru menanyakan apa yang menyebabkan apendisitis? dan apa cara – cara pencegahannya.

Hal senada pernah saya tanyakan kepada dokter. Dokter Cuma bilang, infeksi bu, infeksi asalnya kan bisa dari mana saja.

Sembelit? Nope, Salman BABnya lancar, MSG? Nope, he only eat homemade food.

Jadi?… Qodarullah… ini takdir Allah.

2012-11-15 07.20.36

Semoga dengan diangkatnya penyakit ini, Salman menjadi lebih sehat, kuat dan bahagia. Amin….

Dan Semoga kami… orangtuanya senantiasa mau merunduk dan bermuhasabbah. Amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s