Hero Berbuah Hero

Papa saya meninggal tepat sehari setelah saya menyelesaikan ujian UMPTN saya. Kanker paru – paru yang telah bersarang kurang lebih 5 bulan itu akhirnya membuat papa menyerah. 1 bulan lebih awal dari prediksi dokter yang sudah angkat tangan sebelumnya. Meski kondisi papa sudah nge-drop tiap harinya, kepergian papa tak ayal tetap menghantam ketegaran kami. Orang  bilang, papa menunggu saya menyelesaikan ujian, agar beliau bisa melihat saya menyelesaikan janji untuk menjadi dokter.

Well,… saya tidak sedang bercerita tentang kematian. Tapi tentang kehidupan yang terus berjalan setelah kematian itu.

Pada UMPTN pertama saya gagal!. Gagal masuk jurusan manapun, Karena pilihan saya hanya kedokteran  dan kedokteran. Baru pada UMPTN kedua saya masuk Universitas Negeri, tapi tetap…. bukan di kedokteran 🙂

Saya masuk di jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP. Jurusan yang saya tulis karena mengikuti pilihan teman (saya masih fokus masuk ke kedokteran waktu itu, demi memenuhi janji kepada papa). Tapi Qodarullah, jurusan inilah ternyata yang mencintai dan dicintai saya. Jurusan yang saya jalani sepenuh hati, jurusan yang membuat saya bahagia. Jurusan… yang kelak mempertemukan saya dengan jodoh dan kesejahteraan saya. 🙂

—-

Sepeninggal papa, kami pontang – panting, sebagai satu – satunya pencari nafkah. Kami kehilangan sosok utama, hal itu otomatis membuat kami runtuh seketika. Bukan hanya di mental saja tapi terlebih di bidang finansial. Imbasnya, kakak saya dropout dari sekolah. Biaya pendaftaran untuk ujian di STAN terpaksa saya berikan kepada adek untuk membayar biaya bulanan sekolahnya. Saya, yang waktu itu gagal lulus UMPTN, hampir-hampir patah semangat karena tahu bahwa saya tidak mungkin sekolah lagi. Qodarullah, wa Alhamdulillah. teman saya memberi gratis formulir pendaftaran D3 karena dia sudah lulus UMPTN, dan sahabat saya membiayai uang pendaftaran kuliah. Saya diterima di D3, dan sisanya…. saya berjuang mati-matian untuk bertahan agar terus kuliah. Pikir saya waktu itu, saya tidak boleh mengecewakan mereka.

Di tahun kedua, saya mencoba untuk mendaftar UMPTN lagi, dan Alhamdulillah saya di terima di Jurusan Ilmu Komunikasi. Honestly,,, saat itu saya berpikir lulusan S1 lebih menjanjikan. Jadi saya mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Masalahnya adalah…. saya tidak punya uang untuk melunasi biaya pendaftaran.

Sampai…..

Di sekitar tempat pendaftaran ulang, ada mas-mbak shalihah (ramah dan santun) mengatasnamakan lembaga amal, membuka pendaftaran untuk pengajuan beasiswa. Saya mencoba mendaftar, mengisi formulir dan menjalani sesi wawancara. Dan Alhamdulillah ya Rabbi….. saya dapat beasiswa senilai biaya pendaftaran. Qodarullah…. semua diatur oleh Allah melalui perantaraan mereka.

Dari kisah diatas yang ingin saya sampaikan adalah……. saya bersyukur menemukan  orang – orang (baik lembaga maupun perorangan) yang concern untuk membiayai pendidikan. Sejauh ini menurut saya pendidikannlah yang mampu merubah pemikiran orang. Bagi saya, merekalah sebenar-benarnya Hero. yang membuat orang lain, dari Zero menjadi Hero lain. Kenapa begitu? orang yang dibiayai pendidikannya dan mau berubah tentu akan berbuah menjadi Hero lain.

Kini, saya lebih memilih menyalurkan sedekah di bidang beasiswa. Dengan harapan, mereka – mereka yang terbantu pendidikannya akan merubah pemikirannya, lalu merubah nasibnya sendiri. Semoga, InsyaAllah….. Hero  – Hero itu akan mengubah si Zero menjadi another Hero. Hero Berbuah Hero.

Tulisan ini diikutsertakan pada Lovely Little Garden’s First Give Away”

Iklan

One thought on “Hero Berbuah Hero

  1. Salam kenal ya mbak…

    Hero Berbuah Hero… dalam sekali ya maknanya.
    Terimakasih untuk partisipasinya. Tercatat sebagai peserta Lovely Little Garden’s First Give Away.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s