Aku Berani? *Nyodorin Orangtua*

Terinspirasi dari tulisannya mbak choco di sini saya jadi ingin menulis pengalaman yang serupa. Tentang bagaimana pemuda-pemudi harapan bangsa menjalani kehidupannya (halah… bahasanya)

Saya ditugaskan di bagian Humas, salah satu tugas kami adalah melayani kebutuhan akan informasi publik. Stakeholder mintanya bermacam – macam, namun kalau dari mahasiswa mereka umumnya minta bantuan skripsi, entah itu untuk nyebar kuesioner, wawancara, bahan bahan terkait laporan keuangan dll. Paling sering sih minta bantuan nyebar kuesioner. Nah…. masalah mulai bermula saat itu pemudapemudi ingin minta bantuan skripsi.

Karena saat ini permintaan pengisian kuesioner cukup tinggi, sementara waktu pemeriksa terbatas, maka pimpinan punya kebijakan bagi mahasiswa agar menyertakan proposal agar bisa ditelaah dan dipilah mana yang layak dibantu atau tidak.

and sometimes it taking time, and they wouldn’t wait nor wont follow procedure

  1. Ada yang cuma pakai surat biasa (tidak resmi) tapi mulai dari proses pengajuan hingga pemantauan perkembangan yang menghadapa adalah SUAMINYA yang pakai baju doreng2. Istrinya tidak pernah muncul, Sang suami pun tidak mau diterima staf, maunya ngomong langsung sama pimpinan. Yah jelas ditolak lahhhhh…
  2. Datang sama BAPAKNYA, yang pertama ngomong langsung bapaknya, pertama sih saya nggak ngeh kalau disitu ada anaknya. habis bapaknya ngomong terus, pas saya Tanya “yang skripsi siapa ya pak?” elakok bapaknya baru ngenalin anaknya. haduhhhh. setelah saya jelaskan prosedurnya, elakok, yang gak setuju bapaknya padahal anaknya sih hooh2 ajah.  aneh bin ajaib deh.
  3. Datang sama EMAKNYA, dari ngobrol, ngontrol perkembangan kuesioner yang nelponin emaknya. Waktu saya jelasin prosedur, eh, buru2 dah dia nelpon kerabtnya di Jakarta untuk “menekan” kita. wong yang lain mau ngantri, lakok dianya kagak mau. udah mau esmosi aja saya, untung langsung di take ocer sama temen yang lain. dikiranya ini kantor njenengan apah, minta apa2 seenaknya wae.
  4. Terakhir….ada orang yang gak mau repot, pas nyerahin berkas, tiba2 dia kenal salah satu auditor kami. eh… dengan tidak sopannya dia nyuekin saya, nyapa auditor, mabik2in dia sambil berharap langsung dapat yang dia mau. Saya skak aja” mau nyerahin berkas atautidak? saya ada kerjaan lain. “ wedehhh…. pada nggak mau repot orang2 nih…

Saya jadi mikir, duh,…. semakin banyak manusia2 instan yang gak pernah mau susah2, yang maunya jalan belakang ajah. Padahal prosedur yang kami buat sangat transparan, mudah dan luruus…… sodara2.

Semakin banyak pemudapemudi yang tidak punya kepercayaan diri, bersembunyi di ketiak orangtuanya, memanfaatkan relasi dan tidak pernah mau jalan sendiri.

Im just curious, pemudapemudi ituh,,,, could they survive in the real world?

Baiklah, kita mau mereka mendapat kemudahan, mendapat yang terbaik. tidak bersusah payah….

Namun……Bukankah kita mendidik anak – anak kita agar mereka mampu bertahan di dunia (dan akhirat) sepeninggal kita?

—Pekanbaru, 28 Agustus 2012

^terpekur…. berharap mampu mendidik anak – anak menjadi manusia yang berani. ^

 

 

 

Iklan

3 thoughts on “Aku Berani? *Nyodorin Orangtua*

  1. Wkwkwkwk….. inilah potret anak sekarang, Mi. Maunya instan, sak dek sak nyet! Anak-anak begini musti diplonco sik baru di acc :mrgreen:

    Nek Cantikku itu malah malu kalo aku ikut-ikut. Kalo sudah di sekolah ya eMaknya suruh nyingkir, mau ada perlu apa-apa dia sendiri yang selesaikan. Moga-moga terbawa sampai besar 😀

    Eh, blognya keren, Mi 😀

  2. tapi mbak, yang lucu itu, aku udah mencak2, lakok sama atasan digolkan. hahahaha. sama ajah boneng. malah digini’in “nanti kalo anaknya minta tolong kan ya dibantu to mbak?” hahaha. mudah2an enggak lah.
    duh… masih belajar nih, pengen naruh blogroll. begimane caranye ye?

  3. Masuk ke dashboard sik, Mi. Trus plih links –> add new –> isi deh –> klik add link.
    Nah, jangan lupa masukan daku yaaa… 😉

    Untuk menampilkan di beranda: dashboard –> appearance –> widgets –> links –> pindahkan ke sidebar.

    Dicoba ya Mi, itu juga klo gak salah hihiihihihi….. semoga berhasil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s