Dua Kisah Hikmah

 

Ada dua kisah hikmah yang terus menerus melekat kuat diotak saya, kisah hikmah yang membuat saya tetap mengingatnya dan terkadang saya ceritakan kepada orang lain sebagai bahan belajar.

Kisah pertama diceritakan oleh Salim A. Fillah, penulis buku “Nikmatnya Pacara Setelah Pernikahan” yang waktu itu mengisi seminar di kampus saya.  Begini ceritanya…,

“ada seorang akhwat (perempuan) dan ikhwan (laki – laki) yang memutuskan untuk menikah. Mereka berdua kos di kota yang sama dan berasal dari kampung yang sama. Selama ini mereka berdua sudah menjaga diri., tidak sering bertemu, tidak pernah berdua-duaan dan tidak cinta2an. hehehe

Suatu saat, beberapa hari sebelum mereka menikah saking  menjaga dirinya karena tidak ada seorang pun yang bisa menemani mereka dan mereka terpaksa pulang bersama mereka naik mobil. ikhwan menyetir di depan, sementara akhwat duduk di bangku paling belakang (shaf ketiga). Karena ada hajat, akhwat terpaksa ke kamar mandi di kosnya, dan ikhwan menunggu di depan. Sewaktu di kamar mandi akhwat terjatuh, dan tentu saja otomatis ikhwan menolong. lalu….. setan hadir di tengah mereka. dan terjadilah…. sesuatu yang diinginkan setan…

Dalam perjalanan ke kampung, mereka menangis tersedu2 menyesali perbuatannya… sepanjang perjalanan mereka terus menerus menangis… hingga kecelakaan menimpa mereka. Ikhwan meninggal dunia seketika, sedangkan akhwat itu koma.

Tiga bulan kemudian, akhwat sadar dalam keadaan hamil 3 bulan…..”

Kisah hikmah kedua, diceritakan oleh seorang ustadz di kajian radio. waktu itu ada seorang jamaa’ah yang bertanya bolehkah kita sms’an nasehat dengan lawan jenis?

ustadz itu menjawab.

“saya mau menceritakan sesuatu, tapi saya sangat malu menceritakannya. tapi baiklah akan saya ceritakan demi menjadi pelajaran bagi kita bersama”

“saya memiliki website yang berisi kajian – kajian, baik berupa tulisan maupun konsultasi melalui email. Suatu saat ada seorang ummahat (ibu2) yang mengirimkan email”

ummahat itukaya dan mempunyai 4 orang anak, dan beliau suka membaca – baca tulisan – tulisan hikmah di internet, termasuk website seorang pemuda yang kerapkali menulis hikmah. akhirnya timbulah Tanya jawab diantara mereka, mulai dari komentar hingga berlanjut ke sms- sms. diketahui pula, pemuda tersebut ingin menimba ilmu agama namun tak punya biaya. akhirnya ummahat tersebut berkenan membiaya sekolah pemuda tersebut.

Bodoh pertama, ummahat memberikan nomor handphonenya.

Hingga suatu hari, pemuda itu ingin berkunjung ke kota si ummahat.

Bodoh kedua, ummahat memberikan alamat rumahnya.

Lalu bertemulah mereka, dirumah ummahat tanpa sepengetahuan sang suami.

Lalu…. pemuda itu jatuh cinta pada ummahat tersebut. dan hubungan mereka makin intens… intens dan intens… hingga terjadi hubungan terlarang sebanyak 4 kali. naudzubillah, tsumma naudzubillahi mindzalik.

Lalu ummahat tersebut ingin bertobat, namun pemuda ini makin jahat dan akhirnya nge-kos di dekat rumah ummahat tersebut. pemuda keukeuh ingin menikahi ummahat tersebut, atau dia akan membongkar semuanya di hadapan keluarga ummahat tersebut.

dan ummahat itu bingung….”

pak ustadz menyarankan ibu itu untuk bertobat, memutuskan segala hubungan dengan pemuda, pindah jauh ke tempat yang tidak diketahui dan membuat pengakuan kepada keluarganya. perihal efeknya? tentu harus diterima oleh sang ummahat, pun karena perbuatan tersebut memang mempunyai konsekuensi.

yang menyedihkan, ummahat itu pernah bilang,, “dia berbeda dengan suami saya ustadz, dia perhatian” ustadz itu pun marah dan berkata “bagaimana anda bisa membandingkan suami anda dengan pemuda 25tahunan, sama seperti anda tentu tak mau dibandingkan dengan pemudi 25tahuan oleh suami anda kan?”

Well, dua kisah itu…. dua kisah itu… yang melekat kuat di otak saya. cerita pertama selau saya ceritakan kepada mereka – merak yang akan menikah dan makin nempel terus tiap detik.  Dan kisah kedua, menjadi catatan saya sendiri agar tidak terlalu vulgar berhubungan dengan lawan jenis di dunia nyata.

Audzibillahi minas syaithonir rajim.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s