Tentang Musibah

 

Minggu – minggu terakhir saya mau melahirkan anak pertama, kami berdua pulang agak malam. Karena masuk waktu maghrib, kami tidak langsung pulang. Suami yang berusaha penuh sholat berjamaah, segera mencari masjid terdekat. Akhirnya kami memutuskan untuk sholat di sebuah masjid dekat kos-kosan teman kami. Supaya saya bisa numpang sholat di kamar teman tersebut. Saat suami sholat di masjid, saya sudah selesai sholat. Alhasil saya menunggu di depan pintu kos sambil mengulang hafalan qur’an saya. 15 menit kemudian suami menelpon “dek, laptopnya ilang”. Dhuer! Jantung saya mau copot rasanya, saya langsung berjalan cepat menuju masjid, menemui dia yang begitu panik.

Ternyata, saat jamaah masih sholat dengan khusyuk, ada orang yang mengambil tas yang diletakkan di samping dekat dinding masjid. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…..

Yang kami pusingkan adalah, itu laptop kantor!.

Saya ingat betul itu, orang – orang ramai menanyai suami, tapi tidak ada yang bisa membantu, Sebagian menyuruh kami lapor polisi, sebagian lagi hanya ingin mendengar kami mengulang – ulang cerita kecurian itu. Lalu ada ibu2, lewat lalu saja di dekat kami sambil nyeletuk “sudah tahu disini sering kecurian kok ditaruh sembarangan”. Wah… sakit hati betul saya waktu itu, kok ndak ada empatinya sama sekali. Innalillahi wa Innailaihi rojiun…..

Malam – malam kami membuat laporan ke polisi. Jam 11 malam baru sampai dirumah. Kami tidak menangis, malah banyak – banyak beristighfar, berharap mendapat pahala atas musibah yang kami hadapi.

Besoknya menghadap ke kantor menjelaskan kronologis kehilangan. Karena itu barang milik kantor = barang milik negara, maka kami bermaksud mengurus proses ganti ruginya. Alih – alih mau mengurus, pimpinan bilang sebaiknya kami mencari laptop sejenis saja sebagai pengganti. Innalillahi wa innailaihi rojiun….

Mulailah kami mencari laptop sejenis, Ya Allah, momen inilah yang bikin stress. Karena laptop itu keluaran lama, maka sangat sulit sekali mencarinya. Sangat amat sulit! Sampai akhirnya, seorang teman di Surabaya mengatakan bahwa temannya ternyata mempunyai laptop tersebut. Sebenarnya dia tidak mau menjual laptop itu, tapi karena kami mendesak sangat butuh, akhirnya rekan tersebut menjual laptop dengan syarat : diganti laptop baru dengan spesifikasi lebih tinggi!. Innalillahi wa innailaihi rojiun…….

Akhirnya kami membayar Rp10Juta untuk laptop senilai Rp5juta untuk diserahkan lagi ke kantor. J.

Dan karena saat itu suami tidak punya laptop dan harus segera melakukan pemeriksaan yang mewajibkan memakai laptop sedangkan laptop yang dibeli belum sampai ke Pekanbaru, berarti suami harus mencari laptop lagi. Ternyata sulit sekali mencari orang yang mau meminjamkan laptop… L. Innalillahi wa innailaihi rojiun….

Kami pun mengambil seluruh tabungan persiapan melahirkan dan berhutang untuk membeli sebuah laptop lagi. J.

 

Inilah pelajaran yang saya petik dari sebuah musibah kehilangan :

  1. Jagalah hartamu dengan baik, lalu bertawakallah
  2. Musibah tidak selalu datang saat kita sedang sempit, saat kita sedang futur, tapi terkadang hadir disaat yang tepat untuk membantu kita menilai diri kita sendiri dan ketulusan orang lain.
  3. Jika melihat orang terkena musibah dan kita tidak bisa menghiburnya dengan perkataan yang baik, maka DIAMLAH!. Karena perkataan yang tidak baik itu sangat menyakitkan.
  4. Jangan pernah meminta orang mengulang – ulang cerita musibahnya.
  5. Jangan persulit  orang yang berniat baik bertanggungjawab.
  6. Mudahkanlah orang yang terkena musibah jika dia meminta bantuanmu, agar jika kelak kita terkena musibah, maka orang lain akan memudahkan kita.
  7. Sabar itu… ada pada hentakan pertama J

Wallahu’alam bish showab

PS: ternyata…. orang – orang yang tulus membantu kami saat itu adalah …. orang – orang di lingkungan pengajian kami. masyaAllah…. baik sekali. Jazakumullah khoiron katsir…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s