Nick Name = Nama Panggilan

Saat salman lahir, ada yang bertanya pada saya,
“Siapa namanya?”,
Lugas saya menjawab “salman abdillah”,
“Panggilannya?aman? dillah? “
Saya tersenyum, “panggilannya SALMAN”

Sy jadi berpikir, kenapa orang kerap menanyakan nama panggilan anak/ orang lain? bahkan demi membuat nama panggilan ini, kadang orang sampai perlu mencedal2kan dan memotong2 nama anak/dirinya sendiri. Padahal –menurut sy lohhh- satu kata nama mempunyai arti khusus (dan of course doa), kalau nama itu dipotong/ dicedal2kan kira2 apa arti dari nama itu? dan apa doa yang ingin dihembuskan pada setiap pengucapan nama “modifikasi” itu?

Berbicara tentang nama panggilan, sebenarnya saya punya banyak sekali nama panggilan, mulai dari lala, ela, lola dan sinden . masing – masing sih ada ceritanya.

Papa memberi sy nama : ileyn viyolce akantus. Unik bin ajaib kan? Konon, nama ini dipilih setelah melalui serangkaian proses. Nama ke-barat2an ini dipilih papa setelah mengalahkan pesaingnya yang ke-jawa2an, ke-arab2an, dan ke-endonesah2an :p.
Namun, meski mempunyai nama yang unik, dirumah sy dipanggil dengan sebutan yang berbeda :LALA.

Nah, karena sudah terbiasa dipanggil lala, Jadi pas pertama kali masuk SD, sy mengalami sedikit kerancuan. Karena jujur, sy jarang sekali dipanggil dengan nama asli sy. Hari pertama masuk SD, wali kelas sy ngabsen murid satu persatu, hari berganti hari, yang namanya Elaine Violche Acanthus tidak pernah ngacung kalau dipanggil. Sang guru jelas bingung, nih anak kok sudah berhari – hari gak masuk. Sewaktu ditelusur dan diperhatikan, ternyata eh ternyata ada anak yang tidak pernah mengangkat tangannya sewaktu diabsen (karena gak merasa dipanggil tho). Waktu ditanya namanya, anak itu spontan menjawab “nama saya LALA!”. dan itu saya sodara2. .

Pernah juga ada kejadian lucu, mama saya dipanggil bendahara sekolah, karena si-Elaine tidak pernah bayar sekolah. Tapi ada “anak baru” bernama lala yang sebelumnya tidak terdaftar malah rajin bayar sekolahnya. Usut punya usut, sang guru baru ngeh kalau ternyata Lala dan Elaine adalah orang yang sama, wkwkwkwk. Sejak saat itu guru dan teman2 SD manggil sy LALA. Tapi di akhir SD, sy –yang akhirnya menyadari nama aslinya- mulai belajar menulis nama asli demi kepentingan persiapan ujian nasional :p. Karena sebelumnya buku – buku pelajaran pun dinamain “lala”.

Menginjak SMP, sy mulai memperkenalkan nama asli sy. Tapi sy menggunakan lafal Indonesia (hahah katrok). Jadi sy menyebut nama saya E-LA-I-NE. karena lafalnya tidak sesuai dengan asal – usul bahasa, maka sy dipanggil dengan nama asli namun lafal endonesah “ELA” hahaha. Trus, dulu pas SMP kan ada jamannya bikin genk2an gitu, demi kepentingan promosi genk dan pelafalan yang keren, maka nama sy berganti menjadi Lola . Genk saya waktu itu namanya NKLP (Nonek-Kocek-Lola-Pipink).

Menginjak SMA sebenarnya pelafalan nama sy sudah mulai mendekati bentuk aslinya. Tapi sebuah “tragedi “mengacaukan semuanya. Waktu SMA sy ikut klub pecinta alam, sy sering dikritik karna suara sy, katanya suara sy cempreng kayak sinden . Dan lucunya, sy malah menuliskan nama sy itu sebagai identitas di matras saat naik gunung. Namanya anak PA kan heboh banget, penyebutan nama sinden pun mewabah sampai keluar wilayah PA. Alhasil, hampir seluruh temen2 SMA manggil sy sinden .

Titik terang mulai muncul saat kuliah, karena orang2nya baru semua, dan pada intelek (anak kuliahan gitulohhh  gyahahahaha). sy pede ajah memperkenalkan nama sy dengan lafal yang jelas “ileyn”. nah sejak saat itu, teman2 baru sy, di kuliahan, di kantor, akan memanggil nama sy dengan lafal yang jelas dan benar.

Tapi di Pekanbaru, karena lafal “E”-nya berbeda, mereka jadi sering salah denger. Banyak yang mengira nama saya “Elen” atau “Helen”. hehehehe.

Balik ke nama panggilan tadi….berkaca dari pengalaman terdahulu, Saat ini kami berprinsip agar anak – anak dipanggil sesuai dengan namanya, Salman ya SALMAN, Sufyan ya SUFYAN. Agar mereka  familiar dan mencintai nama pemberian orangtuanya. Nama yang berisi harapan, doa, dan “sejarah” yang tak pendek. Kelak, sy InsyaAllah akan senang menceritakan arti nama mereka. Jadi mereka pun akan dengan menceritakan namanya, sejarah dan doa yang melatarbelakangi nama mereka.
Saya pun tidak akan mencedal2kan nama mereka demi mendapat nama panggilan yang lucu, tidak akan memutilasi nama mereka agar terlihat keren. Ndak, sy bangga memberi mereka nama itu, pun sy ingin mereka juga bangga menyandangnya. ya kan?

Semisal salman artinya selamat, kalo dipanggil aman, artinya apa dong?  jadi inget temen baru, namanya rusli orangnya gede besar, nama panggillannya uci (heheheh, pisss ya rusl), atau sri wahyuni jadi ieie cimilikiti. hehehehe.

Tapiii… ada pengecualian kok, Selain humaira (kemerah-merahan), Rasululullah juga memanggil Aisyah, istri tercintanya dengan nama panggilan “Aisy” yang artinya kehidupan. Buat sy sah2 saja membuat nama panggilan senyampang masih ada artinya .

Wallahu’alam

Pekanbaru, 21 November 2011

Iklan

3 thoughts on “Nick Name = Nama Panggilan

  1. kebalikan sama saya buk, sedari kecil – SD – sampai SMA di jogja masih fine-fine aja pada manggil saya Afan. giliran merantau di duri – dan pekanbaru. treng… berubah banyak yang manggil Arfan. padahal sebenernya pada tau lhohh nama saya.
    *kalo dijelasin lebih lanjut takut sara 🙂

  2. Hai Mba Ileyn, pertama main ke sini nih, 😀
    Setujuu. nama panggilan semestinya sama dengan nama aslinya.
    Mikirin milih nama yang susaaah banget trus dicedal-cedalin kok gimana gitu rasanya. Doanya kemungkinan ga nyampe ya..

  3. sugeng rawuh
    sebenarnya sy silent reader mas dani, soalnya background sm namanya mirip2 dengan kaka kelas sy. tp sepertinya bukan.
    deep condolence buat kasusnya ya mas, mudah2an cpt selesai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s