Andai Kalian Bertanya

Dear Salman dan Sufyan…..
Dalam dialog imajiner umie, Kelak..umie akan mendapati kalian tumbuh, berkembang dan dewasa. Lalu dalam suatu masa yang indah, kita bertiga duduk di hamparan rumput hijau dibawah rindang pohon yang asri. Lalu kalian berdua, pemilik kepingan mata hati umie akan mengajukan pertanyaan ini.

“siapakah diantara kami yang paling istimewa umie?”

Andai kalian bertanya tentang hal itu kepada umie…. maka inilah jawaban umie.

Salman….
Suatu hari, saat umie mengandungmu di bulan2 awal kehamilan, muncul flek2 yang tak terduga. Saat itu umie jauh dari abie, tergesa umie ke dokter untuk memastikan dirimu baik2 saja. Umie ikuti semua anjuran dokter tanpa banyak berbantah. Saat itu umie panik, khawatir terjadi apa2 dengan dirimu. Umie tergugu, dan mulai meragu, kamu… yang kami tunggu berbulan2 yang lalu akankah tumbuh berkembang dengan baik di janin umie?.. saat itu umie memohon dengan sangat kepada Allah. Jika engkau lahir, maka umie insyaAllah akan menjadikanmu Abdillah.. hamba Allah yang senantiasa menghambakan hidupnya kepada Tuhannya, hanya Tuhannya… agar Engkau selamat di dunia dan di akhirat, kuat, teguh, dan berani karena menjadikan Allah sebagai sandaran hidupmu. Adakah pelindung yang lebih baik dariNya?

Engkaulah segala pengalaman pertama umie.was2, bahagia, gembira, sedih. Segala tawa dan airmata umie berpusat padamu untuk pertama kalinya… kehadiranmu mengajarkan umie tentang arti memiliki, tentang pembelajaran tak henti yang harus umie dan kamu tempuh. Tentang pemahaman pertama, tentang ibu dan anak. Kamulah mentor umie pertama kali, kamulah yang mendorong umie untuk terus belajar. Dan kamulah… yang menghentikan umie di tiap termin waktu… untuk terus mengevaluasi diri.

Sufyan….
Umie ingat betul, bagaimana kamu… sejak dalam kandungan-pun telah memompakan semangat keberanian dalam nadi umie. Entah dari mana asalnya, dengan kamu.. umie merasa lebih kuat dan kuat, stronger than ever. Lebih optimis, lebih bervisi dan lebih percaya diri menghadapi hidup. Tak terkira senangnya umie saat bisa memberikanmu kolostrum pertama, dan tak mengenalkan sufor di awal kehidupanmu. Keberhasilan melakukannya tak lepas dari Rahmat Allah, kepercayaan diri umie (yang ajaibnya sudah muncul sejak mengandungmu) dan tentu saja bantuan dari masmu. Kamu yang jarang rewel. Menangis seperlunya (bahasa abie nih) memberi umie kesempatan untuk pulih lebih cepat, menata diri lebih bahagia. Abdurrahman kami pilih, karena itulah nama terbaik yang diinginkan Allah. Agar Engkau terinspirasi sifat Rahim dari Tuhanmu…wahai calon ahli ilmu.

Engkaulah sumber pemompa semangat umie, melihatmu saja umie bisa jadi begitu kuat. Melihatmu saja umie merasa cukup tegar.. kamu.. membuat segala yang umie hadapi jadi lebih mudah, dan tentu saja lebih indah.

Salman dan Sufyan…
Maafkan umie, karena umie tidak berhasil melihat dan menilai kalian dari kacamata yang sama. Karena sejatinya kalian berbeda, pun umie tidak bisa membedakan kalian dari jati diri kalian sebagai anak umie, karena kalian sama-sama belahan jiwa umie.

Salman dan Sufyan… nilai diri kalian tidak dapat ditentukan dari kategori yang sama, karena kalian adalah individu dan pribadi yang unik. Masing – masing dari kalian diciptakan Allah dengan keistimewaan, oleh karena itu marilah kita menilai diri kita masing – masing dengan rasa syukur yang tak putus di hadapan Allah.

Salman dan Sufyan… umie ingin katakan, kalian istimewa… dengan keistimewaan masing2…
Dekap dan peluk cium umie untuk kalian…

Semoga Allah menjadikan kalian Abdillah dan Abdurrahman. Hamba2Nya yang tunduk dan dikasihi…

Pekanbaru, 12 April 2011
Salman 2th dan Sufyan 3 bulan ^^

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s