Salman

 Tahukah anda?!?

Orang lebih kenal Salman Khan daripada Salman Al farisi, paling jauh ya tahunya Salman Rusdi. Di jaman sekarang, ternyata artis dan “buronan” yang kepalanya dihargai 1 milyar sama pemerintah Iran lebih familiar ketimbang seorang sahabat yang gigihnya luar biasa mencari kebenaran di masa Rasulullah.

Nama anakku sebenarnya Abdillah, tapi supaya gak ketuker sama Abdillah2 yang lain, ya didepannya dikasih nama “SALMAN”. Yang ngerti sirah nabawiyah pasti langsung nyeletuk “Salman Alfarisi ya?”, dan yang hobi-gak-hobi nonton pilem india akan bilang “wah, Salman Khan”, sedangkan orang melek media (karna doyan baca koran) akan bilang “ooo… Salman Rusdi?”.

Nama anakku, Salman Abdillah, bukan Salman Alfarisi karna dia emang bukan dari Persia ( Al farisi = dari Persia bow!). Buat beberapa orang make nama alfarisi sah2 saja, tapi karena kami memproyeksikan (nawaitunya gitu) Salman kami akan pergi sekul ke luar negeri. Maka kami gak mau dia nanti dikomplen orang “bukan orang persia kok ngaku2 dari persia bos?”. Kalopun ingin melekatkan asal daerah dinamanya mungkin lebih tepat kalo “Salman Al Purworeji” ato “Salman Al Suribiyi” hehehe….

Namanya jelas bukan diilhami dari Salman Khan, aku gak ngefans sama India, pilem india (kecuali slumdog millionaire lah), ato otot kawat segede gaban (karna setelah aku googling, ternyata badan Salman Khan gede banget, hii serem).  Bahkan wajah si Salman Khan aja, aku baru ngeh setelah googling.

Aku pun gak kenal sama Salman Rusdi, cerita tentang ini baru aku dengar dari mamaku. Siapa dia, sepak terjangnya, sampai kisahnya hingga diburu2 akupun tak tahu. Hanya orang2 yang up2date brita ajalah yang faham. Karna aku gak punya tipi, ya harap maklum.

Salman Abdillah, terilhami pure oleh Salman Al farisi, seorang pemuda dari Persia anak tunggal dari seorang penyembah api, digadang2 untuk mewarisi pekerjaan bapaknya nyalain api tiap hari. Konon, sebelum masa kerasulan datang, Salman tertarik dengan agama ilahiah yang masa itu dibawa oleh para rahib (pendeta). Demi mencari kebenaran, Salman mengembara, menimba ilmu keagamaan dari satu guru ke guru lainnya. Hingga ketika gurunya yang terakhir akan meninggal, sementara Salman ingin terus berguru agama, gurunya bilang ”di sebuah daerah (Arab) akan datang rasulullah, telah tampak tanda2 kenabian padanya (dipunggungnya). Dia menolak sedekah namun menerima hadiah.”. mengembaralah Salman, menuju Arab, dan akhirnya bertemu dengan Rasulullah, masuk Islam dan berkontribusi penting disana. Tercatat, Salman berkontribusi memenangkan pasukan Islam di perang Khandaq[1], bahkan ada ayat aL quran yang turun khusus untuk membahas masalah Salman (baca alquran for kids deh), dan endingnya dia menjadi Gubernur yang sangat arif dan sederhana, meski daerah kekuasaannya lebih luas dari Jakarta.

Well, … kami berdua (aku dan suami) salut pada Salman Al farisi. Maka kami kutip namanya untuk anak kami. Agar dia teguh memperdalam ilmu agama di sepanjang hayatnya, lalu berkesudahan dalam kesederhanaan dan kearifan. Seperti Salman Alfarisi, hingga ia menuai doa kami dalam namanya ”Salman Abdillah = hamba Allah yang selamat (dunia dan akhirat)”. Amien Ya Rabb, kabulkanlah doa kami. Rabbi Habli Minash Sholihin….

—- masih ada versi communication studiesnya —- 2bkontinyu


[1] Aku salut dengar manner Salman waktu menyampaikan usulan pada Rasulullah, ”Ya Rasulullah, apakah perintahmu itu berasal dari Allah atau buah pikiranmu?” sangat beretika dan cerdas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s