Propaganda Susu formula dan Obat2an

Suatu saat ada seorang ibu menangis, tersedu sedan. Menangisi ketidakmampuannya membelikan sekotak susu untuk anaknya. Di lain waktu air matanya membanjir, karena anaknya yang 3 hari terakhir batuk-pilek-diare tidak bisa dibawanya kedokter, tidak bisa diberinya obat. Wajar, karena saat itu dagangan bakso suaminya –satu-satunya penghasilan mereka- sedang sepi dari pembeli. Sang bayi yang waktu itu berumur 9 bulan, sudah berkali – kali ke dokter, sudah berkali – kali minum puyer, dan sudah berkali – kali minum antibiotik karena batuk-pilek-diare. Sejak lahir minum susu formula (dan ASI), sejak 4 bulan stop ASI, karena anaknya sudah terlanjur gandrung dengan susu formula.

 

Dear parents,…

Tahukah kita, bahwa kesalahkaprahan berfikir dan bertindak sebenarnya justru akan mengantarkan kita ke dalam lingkaran setan?

Benarkah kita harus “semerana” itu saat anak kita sakit dan tidak minum susu formula.

Sang ibu tadi, sudah terlanjur termakan korban iklan, bahwa bayi WAJIB menadapat susu formula, bahwa dia tidak akan bisa memberi ASI eksklusif sampai 6 bulan, dan ‘tidak apa-apa’ jika anak mendapat susu formula sejak lahir. Lingkungan (RSIA,Bidan orang2 terdekat)yang tidak mendukung pemberian ASI eksklusif secara langsung berimbas kepada keputusan ibu untuk tidak PD memberikan ASI.

 

Padahal pemberian ASI secara eksklusif yang notabene merupakan zat terbaik untuk bayi sangat membantu bayi untuk memperbaiki pencernaannya, sehingga dia tidak mudah sakit.

ASI eksklusif tanpa susu formula, secara kantong, sangat sangat sangat ekonomis, orangtua tidak perlu mengeluarkan uang untuk bujet beli susu. Jika tiap minggu bayi menghabiskan 1 kotak susu @400gram dg harga 50ribu. Coba kalikan 24?. 50ribux24minggu =1,2 juta. Dalam 6 bulan, 1,2 juta bisa digunakan sang ibu tadi untuk modal berjualan bakso bukan?

Itu salah pertama.

 

Salah kedua adalah, pemaparan obat-obatan tak perlu untuk COMMON PROBLEM IN PEDIATRIC. Batuk-pilek-demam-diare yang notabene masalah kesehatan pada anak, kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus. Dan tahukah anda apa penyembuhnya? Yang bisa menyembuhkan anak – anak dari virus adalah = DAYA TAHAN ANAK ITU SENDIRI. Virus tak butuh obat, hanya butuh hometreatment, paling banter ya parasetamol. Bahkan antibiotik itu gak mempan melawan virus. Pemberian antibiotik secara berlebihan malah akan memperparah daya tahan tubuh anak. Makin sering kena antibiotik, makin sering anak sakit.

Contoh, jika anak demam yang diperlukan adalah cairan!, memperbanyak cairan. Dikompres hangat, parasetamol jika tidak nyaman.

Diare, batuk dan pilek pun demikian. (lengkapnya bisa cek di www.sehatgroup.web.id)

Berapa yang bisa di saving ibu tadi, jika dia bisa mengusahakan perawatan dirumah.

 

Bayi – susu formula – pencernaaan gak bagus – sakit – obat – sakit – obat lagi….

Berapa banyak cost yang terbuang untuk HAL – HAL YANG BISA DIHINDARI?!?

Dan sedihnya, kebanyakan paparan – paparan susu formula dan obat-obatan secara sporadis (tidak pada tempatnya) justru melanda keluarga kalangan ekonomi menengah kebawah. Yang artinya itu justru akan membawa mereka ke dalam lingkaran setan jeratan ekonomi dari pengusaha susu formula, pengusaha obat – obatan dan RS/Dokter yang tidak rasional menggunakan obat-obatan.

 

Sedih…..

Semoga bola-bola RUD (rational Using Drug), RUM (Rational Using Medicine) dan ASI Eksklusif bisa mengalir, membanjiri ruang – ruang keluarga semua orang, tak terkecuali kondisi sosial ekonominya… dan semoga mereka mendapat kesempatan yang sama.

 

Untuk generasi mendatang yang lebih sehat…

 

–ummi’e salman—

*sedih, mengenang seseorang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s