My Morning Sick

Jam dua belas malam aku terbangun dengan tubuh gemetar. Kupikir karna hasrat ingin vivis yang mengganggu, maka bergegaslah aku ke kamar mandi. Tapi tidak, sepeninggalnya tubuhku masih bergetar hebat, merinding dan mulai demam. Hujan deras diluar mengurangi jumlah celcius harian ternyaman. Alhasil dua lembar selimut kutangkupkan ke tubuhku yang makin menggigil. Lalu mencoba tidur….

 Dan aku gagal, hingga adzan subuh berkumandang, aku buru2 sholat, melewatkan tilawah harianku dan meringkuk di bawah selimut kembali. Aku masih menggigil, kepalaku berkunang-kunang, badanku demam, dan lambungku tiba-tiba sebah. Aku mual-mual tak tertahanku….aku tak bergerak, nafasku pendek2, satu2nya hal yg bisa kulakukan adalah menghubungi masku…. di Banjarmasin.

Dia membimbingku untuk menenangkan diri, mengoles minyak angin, minum air sebanyak-banyaknya, dan minta ijin datang telat ke atasan.

Sejam lagi senam bersama dimulai, badanku masih tak keru2an, aku tergeletak… terngiang pertanyaan dokter lili waktu itu,

“mual2 dan pusing tidak?”

Lantang aku menjawab “tidak dok!”

Sekarang aku terkapar…..

Mamaku di Surabaya bolak-balik menyarankan aku supaya berkomunikasi dengan si jabang bayi, “disambati nduk,,,,supaya nggak rewel”, aku emoh, karna bagiku si bebi tak layak mendapat keluhan di “komunikasi dalam kandungan” pertamanya.

Lalu aku mengelusnya,…. mencoba merasainya, dan mulai berbicara. “hai sayang?”, “bantu ummi yah? Kita harus kuat”

Satu setengah jam berikutnya aku pulih. Dan bergegas ke kantor, life’s must go on dear… be strong!

Dua hari berikutnya, kami jalan sehat bersama, menghabiskan empat iris melon, sepotong pepaya, dan sekilo jeruk.

Keesokan harinya aku mulai membenci dapur, bau bawang, serbet, dan mual2 ketika menghirup kepulan nasi dari magic jar. Semua baju yang kotor aku cuci, bau2 tak sedap aku singkirkan, bahkan ritualku (tak mandi disore hari), mau tak mau harus mengalah dengan alergi baruku terhadap bau .

Aku minum susu untuk ibu hamil,

Minum dua butir premaston  dan sebutir folavit tiap hari.

Melakukan ritual baru “bersyahadat dipagi hari”,

Membaca doa keras2,

Dan monolog,bahkan temanku menganggap aku gila karna berbicara dengan bebi.

Padahal kami benar2 berkomunikasi loh!

Dia rewel kalo kelaparan,  rewel juga kalo sholat kami telat, membalas jika aku gemas dengannya. Dan jadi tenang jika aku berbicara serius dengannya….

“bebi,..bntar lagi kan Ramadhan, yang kuat yah? Supaya kita bisa dapat pahala yang banyak dari Allah. Bantu Ummi ya?, kita perbanyak ibadah di bulan ini, tapi klo gak kuat ngomong ya sayang?”

Dan dia terdiam, seperti mengerti….

Bebi kami….

Benar kata orang, “jangan menyerah dengan morning sick-mu leyn, sebentar lagi kmu akan menikmatinya“

Mereka benar, dokter benar, artikel benar, mamaku benar, semua benar!

I love you beb, we both love you, tumbuh ya? Yang sehat…..

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s