“Doa Yang Terkabul” dan “Sesuatu Yang Menular”

Di awal-awal kehamilan, hal yang terberat adalah sendirian!, di rumah kontrakan, jau dari sanak keluarga dan suami. Dan  mengalami morning sick sepanjang hari. Lebih berat lagi adalah menghadapi spekulasi2 mitos, saran2, prejudice yang terkadang sangat inin dipaksakan pada ibu hamil muda, meski tidak didasari penjelasan yang ilmiah.

Rasanya kadang seperti dengung lebah.

”ibu hamil gak boleh naek pesawat leyn!”

(gara2 tidak dilarang dokter kami untuk pergi terbang di umur kehamilan muda, temanku memilih hengkang dari dokter itu, dan merujuk ke dokter yang melarangnya terbang. Lantas memprovokasi aku– yang sudah mengantongi tiket pulang- untuk tidak terbang)

”jangan ke dokter itu, dia terlalu nggampangin, apa2 boleh bla…bla…bla…”

Yang dimaksud adalah dokter wanita paling senior di bumi lancang kuning ini. Artinya, jika mau pindah dokter. Maka kamu akan menghadapi dokter kandungan laki2 terhebat di kota ini (1 dari 4 dokter Indonesia yang mengikuti konferensi dokter kandungan Internasional di Bali), yang antriannya sampai jam 12 malam, dan menganjurkan untuk menggunakan obat penguat kandungan lewat (maaf) dubur.

”ibu hamil gak boleh naek motor! Nanti keguguran

”gapapa asal gak gronjal2” aku yang capek, akhirnya membantah

“gimana seeh, namanya naek motor yah pasti gronjal2”

Aku menghela napas….

“duduknya jangan kayak gitu! Nanti keguguran

“jalanmu jangan kayak gitu! Nanti keguguran

Sampai dengan……..

“kalo kamu capek, mending kamu minta surat sakit. Gak usah masuk ke kantor. Daripada kamu di kantor gak jelas kerjaannya (baca: tergeletak di mushola karna sakit kepala berat dan lemas minta ampun). Nggak ada yang nyalahin kamu hamil, mending kamu gak masuk daripada yang lain iri”

Aku mendengarnya dengan tersenyum, menahan letupan dalam dada serta hawa panas yang membakar pipiku. Dan berjalan gontai meninggalkan ruangan atasanku yang masih lajang.

Lalu terisak……..

—–

Duh Gusti, aku naik motor kan karena jarak rumah kontrakanku jauh dari kantor pun karna aku masih sendiri di kota ini. Alih2 ada yang menawari jadi tukang ojekku, yang ada malah aku disuruh terus2an nginap di kos2an.

Duh Gusti, bukankah aku terbang ke kampung halaman demi mengambil doping semangat dari keluarga dan suamiku. Setelah demam tinggi yang merenggut berat badanku, dan penyakit susah makanku.

Duh Gusti, aku memilih dokter perempuan ini karena petunjukMu. Untuk tidak membiarkan auratku terlihat pada pria bukan mahrom meski dia tenaga medis apabila tidak dalam keadaan darurat.

Duh Gusti, tidakkah orang2 tahu. Kata2 sakral yang paling menakutkan bagi seorang ibu hamil adalah ”keguguran”? Kenapa itu pula yang paling mudah diucapkan oleh orang?

Lalu aku berdoa…..

”Semoga perempuan2 disekitarku yang masih lajang segera menikah. Dan yang sudah menikah segera hamil dan dikaruniai anak. Agar mereka tahu dan belajar menghadapi kehamilan”. Amin…..

Sebulan kemudian dua diantara mereka hamil…. Alhamdulillah, Doaku dikabulkan.

—-

^-^. Layaknya orang nikah, hamil itu menular! Percaya deh.

Here’s some people in my peer group who also pregnant.

  1. as the leader, Kak Dewi. Temen ngaji yang aku elus2 perutnya sambil bergumam “nular…nular…nular…” tepat sebulan sebelum aku tahu kalo hamil. Bliau hamil 7 bulan sekarang
  2. My sister, mbak lili. Tepat sebulan sebelum aku hamil, dia ngabarin keluarga tentang ”telat”nya dia. Alhasil, anak kami nanti cuma beda sebulanan umurnya.
  3. Novi, yang cespleng! Tiga hari kumpul sama suaminya langsung hamil. Geng pancoran yang bermukim di Jakarta. Duluan dia 1 bulan dariku.
  4. Temen Diklat di BPK, Okti. Sewaktu mengantar SK PNS ke kantorku perutnya sedikit membuncit. Kami sama2 hamil dua bulan waktu itu.
  5. Yuni, istri dan adik teman2ku di SMA. Entah kenapa di usia kehamilan 10 minggu teman lamaku menelpon, bertanya kabar dan mengabarkan kehamilan istrinya. Mungkin kami lairannya akan barengan nanti, sama kayak okti.
  6. Mbak Dewi, temen sekantor yang juga penganten baru. Kami cuma selisih sebulan juga.
  7. Kak Salma, Kak Yanti dan Kak Iwat. Teman ngaji yang baru ketahuan hamil setelah usia kandungannya 6 minggu. Wah…… anak mereka bisa2 kembar! Hanya berbeda 1 bulan setelahku.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s