Koskaki Sufyan (part 2)

Melanjutkan cerita tentang koskaki Sufyan dipostingan sebelumnya. Si Emak sudah pulang kerumah, setelah melakukan “pemanasan” sebentar, segeralah Sufyan diajak ngobrol. Ini cerita Sufyan (setelah disambung-sambungkan, karena Sufyan ceritanya sepotong-sepotong).

S2: Sufyan sudah nawarin, tapi gurunya ndak mau.

U : emang Sufyan bilangnya gimana?

S2 : Buguru, Sufyan nawarin kaos kaki, tapi pakai uang J. Trus bu guru bilang nanti. Tapi ndak dibeli.

U : Sufyan nawarinnya kapan? Waktu baris?

S2 : Sebelum baris.

U : gpp lah, yang penting Sufyan kan usaha.

S2 : tapi bu gurunya bohong

U : Lo kok bohong?

S2 : bilangnya nanti, tapi habis itu ndak dibeli

U : mungkin bugurunya ndak punya uang

S2 : punya kok

U : maksud bu guru itu ndak beli sufyan, tapi supaya sufyan ndak sedih, bu gurunya bilang nanti

Lalu kami ngobrol ringan supaya Sufyan ndak kecewa dan ndak kapok belajar jualan lagi.

Dowenggg weenggggg. Kalau kita orang dewasa kan paham ya, “nanti” itu adalah cara menolak yang halus. Tetapi buat anak2, jawaban abstrak seperti itu sangat membingungkan. Pola pikir anak-anak yang hitam dan putih butuh jawaban riil ternyata yaaa. Pelajaran banget nih buat saya sebagai emaknya. Jangan-jangan anak2 kadang ndak menghiraukan ortunya bukan karena mereka membangkang, tapi karena mereka ndak paham dengan pilihan kata/ bahasa dan pola pikir orang dewasa. Sigh…..

Semoga kita terus bersemangat memperbaiki diri dan terus belajar. Aamiin

 

 

Mimpi 800 Milyar

Have you ever dreamed got 800 hundred million rupiahs? I Have, and …. always have that dream.LOL

Gak tahu kenapa saya ngayal terusss dapat uang 800 milyar, entah dapetnya dari mana. Hahaha. Tapi cerita ngayalnya itu ndak seberapa, yang luar biasa adalah rencana saya bagaimana menghabiskannya. Salahsatu diantaranya adalah memberi bantuan buesar untuk sekolah dasar anak saya.

WHY?

Karena sekolah ini luar biasa menurut saya.

Pertama, dari segi biaya pendidikan. Saat kebanyakan SDIT jor2an biaya pendidikan, mereka hanya slightly lebih mahal dari SD Negeri, ada subsidi silang, free untuk dhuafa dst.

Kedua, sekolah ini bener2 dibangun dari nol. Literally. Dari bangunan satu lantai, pelan2 menjadi 3 lantai, uang pembangunan yang diserahkan oleh walimurid benar2 digunakan untuk membangun fisik sekolah. Sekolah ini juga ditopang Yayasan, yang sedikit demi sedikit mulai membentuk unit usaha sebagai sumber dana.

Ketiga, ini adalah sekolah berbasis tahfidz dan arabic, kebayang kannn kalau kita berdonasi ke Sekolah ini, mengalirlah pahala2 dari usaha memudahkan para hafidz cilik itu.

Terakhir, Letak sekolah yang masuk kedalam kampung, sedikit banyak menyebabkan likaliku. Selain karena jalannya sempit, dijalan masuk menuju sekolah, ada rumah penduduk. Jadi setiap kali kami anterjemput anak sekolah, akan ada pemandangan jemuran pakaian. Masih untung kalau pakaiannya adalah pakaian luar, kalau agak apes, bisa lihat berbagai macam pakaian dalam (sambil komat-kamit bukan pakaian dalam berenda yang dijemur. LOL). Pernah juga ada kasus penduduk yang semena-mena memblokir jalan karena niat pemerasan.

Hal-hal diatas sudah cukup kuat kali ya untuk jadi alasan berdonasi bagi pembangunan sekolah. Makanya, niat saya kalau dapet 800 Milyar, saya akan bangun itu sekolah. Bebaskan lahan di area sekolah, membangunkan rumah/apartemen cluster untuk para ustadz/ah beserta keluarga, serta membangunkan perpustakaan dan labratorium digital, dan seterusnya dan seterusnya…..

Itu kalau saya dapat 800 Milyar!

Hahahaha

Lalu saya dicubit sama Allah, cubitan kecil saja yang mampu membuat saya menangis hingga sesak di dada.

Betapa manusia sangat kikir untuk bersedekah. Betapa manusia seringkali menunggu “kaya” untuk bersedekah, Betapa manusia mengira bahwa syarat bersedekah adalah melimpahnya rezeki. Betapa manusia alpa…bersedekah itu tidak berbanding lurus dengan banyaknya harta. Betapa beribu alasan menahan tangan kanan kita terulur, “nanti saja kalau sudah kaya, nanti saja kalau mendapat rejeki nomplok, nanti saja….”

Whatsapp dari yayasan datang siang itu, Yayasan melakukan tukar guling dengan pemilik rumah didepan sekolah. Tukar guling rumah penduduk dengan tanah beserta rumah dibelakang sekolah yang luasnya tigakali lebih besar dari rumah mereka. Pemilik rumah masih mengajukan syarat, tambahan cash puluhan juta dan renovasi rumah yang ditukargulingkan. Karena sekolah butuh, maka disanggupi. Total biaya menelan 100juta, maka ditawarkanlah wakaf tanah kepada para wali murid.

Duhai jiwa…….perlukah menunggu mimpimu 800 Milyar untuk memenuhi panggilan sedekah ini?

-Tangerang Selatan, Semester II 2016-

Koskaki Sufyan (part 1)

Waktu ditantangin emaknya untuk jualan koskaki di sekolah. Sufyan semangat sekali. Tiap 5 menit nanya, “harganya berapa tadi mi?”/ Sepuluh ribu/ koskakinya berapaan mi?/sepuluh ribu nak….
Terussss aja nanya sampai akhirnya tidur malam.
Paginya, semangat sekali dan merencanakan beberapa hal:
1. Minta diantar abi ke sekolah pagi2. Supaya punya waktu untuk nawarin dagangan (kegurunya😁)
2. Mastikan koskakinya ada ditas. Dan latihan nawarin.
……..
Siangnya si emak penasaran banget ttg hasil “jualan” koskaki anaknya. Ditelponlah anak gantengnya.
U: Gimana nak jualannya?,jadi jualan koskakinya?”
S2: Gak tahu.
U: Lo, gak jadi?
S2: Jadi kok, tapi gurunya ndak mau
U: Sufyan nawarinnya gimana?
S2: Ndak tahuuu. Ndak mau ceritaaaa (mulai ngikik)
U: Lo lo kok ndak mau cerita?cerita dooonggg
S2: Ndak mauuu, sudah ya miii.sufyan tutup dulu…
U: Jangan….
S2: Panggilan terputus, pulsa anda tidak mencukupi. Hahaha..(nirukan operator)
U: Sufyan… sufyan….
*klik*
😭😭😭
—to be continued—

Celoteh Anak

Lama sekali ndak ngisi blog, sebagai pemanasan mau mengisi blog dengan celoteh anak yang ndak ada habisnya untuk ditulis. Setidaknya, saat saya menengok kebelakang, ada selalu alasan untuk tertawa.

Celoteh anak ini khusus diisi oleh anak kedua saya, Sufyan yang selalu tahu “hype up” suasana rumah. Hihihi…

Nyari Istri

Pas ngomongin tentang istri dan ciri2 istri sholeha sama anak2. Sufyan tiba2 bilang gini.

S2 : Mi, nanti istri sufyan, umi aja yang cariin ya?

U : (senang bukan kepalang, tapi berusaha cool). Ohh, kenapa ?

S2 : nanti sufyan capek.

U ; Kok capek? (bingung)

S2 : ya capek lah mi, harus muter2 naek motor nyari2 istri

byahaahaha, dikiranya nyari istri kayak nyari tukang bubur yang tutup pas idul fitri ya nak

sufyan

Biji Kedondong

Chitchat disela ngedate berdua sama nak lanang.
U : Dek, habis renang mukanya kok gosong banget, kemaren pake lotion apa ndak? Blablabala
Beberapa saat kemudian, anak ganteng satu ini nanya.
S2: mi, umi gak renang mukanya kok gosong?
Hmpph.. Keselek biji dondong (naseb emak2 berkulit putih tuwa)

 

Cangcorang

Alkisah ada 4 anak sebaya ngobrol santai sambil ngemutin permen milkita. 2 anak asli lahir dan besar di surabaya, 2 anak lagi surabaya coret, lahir dan besar di pekanbaru.
F: cang corang cang corang
S2: cang corang itu apa?S2 gak tahu bahasa surabaya
B: iku looo sing nang upin ipin
S1: (mikir), ooo jangkrik?
F: hayooo misuh yo koen?
S1&S2: (melengos cuek gak paham)
Kakakakaka. Roaming beneran.
…dan obrolan masih berlanjut….
Cangcorang itu apa sih? :-)

Proudly present our sweet and lovely angel… Saarah Athiyyah

Sehari pasca lebaran atau tanggal 280715, saya mengalami kontraksi 10 menitan. Dini hari itupun abie segera melajukan motornya lengkap beserta pakaian dalam tas besar ke ruang IGD RSIA Eria Bunda. Sesampainya disana saya segera diobservasi di IGD, karena kontraksi masih 10 menitan, saya pun diarahkan ke Ruang Bersalin. Tak dinyana, setelah sholat shubuh saya ketiduran, dan kontraksi saya tetiba menghilang dan ritmenya kembali menjadi 30 menitan. Hahaha… anak manja kami sedang bermain. Maka, SPOG jaga saat itu pun memberi 3 pilihan pada saya, pulang, observasi sampai di lahir normal sendiri, atau dibantu injeksi. Karena SPOG langganan kami sedang cuti liburan, maka kami memilih untuk… pulang! Hehehe.

040815…

Kami control lagi ke SPOG, karena sudah menjelang duedate (090815) dan riwayat anak pertama yang emang harus dibantu obat untuk kontraksi, maka kami memutuskan untuk “memancing” kontraksi dengan obat guna melemaskan jalan lahir. Jam 9 saya minum obat, jam 11 saya kontraksi. Dini hari itu juga kami ke RS (lagi).

Setelah ketuban dipecahkan, bukaan masih manteng di angka 5. Usut punya usut, karena saya nahan pipis (sumph!, pipis di pispot itu susahh. Karena sudah hampir jam 1 siang bukaan ndak nambah, dokter berencana menambah dosis obat melalui injeksi. Setelah bisa pipis di pispot kontraksi mulai nambah, Eladhalah, infus belum dialirkan (sudah terpasang), lakok saya malah sudah mau mengejan. SPOG yang sudah pulang pasca visit tadi buru2 ditelpon dan balik lagi ke RS. Padahal belum ada 5 menit yll dia nelpon nanya kondisi saya.

Alhamdulillah… siang itu, perempuan keriting satu2nya kami lahir ke dunia…

Cantik… Subhanallah walhamdulillah

Kami menamainya : Saarah Athiyyah

Joining our previous “S” team. S lagi biar senada seirama, hakhakhak.. Saarah artinya putri, kebahagiaan, juga nama perempuan jelita istri sang nabi. Kenapa A’nya dua? Karena dalam bahasa arab, nama Saarah jika dieja menjadi sin, alif, ro’ dan ta’ marbuthoh. ^^. Athiyyah diambil dari kunyah seorang shahabiyah nabi, nama kunyahnya Ummu Athiyyah, seorang perempuan yang meriwayatkan dan mengajarkan hadits seputar perempuan. Hadits yang terkenal adalah hadits pengurusan jenazah perempuan. Di jamannya, Ummu Athiyyah kira2 seperti Ustadzah di jaman ini. Secara bahasa, Athiyyah berarti pemberian. Dan iya,… kelahiran Saarah, sungguh merupakan pemberian Allah yang membawa kebahagian bagi kami semua.

Selamat lahir Saarah… bagi kami mendapati Saarah terlelap saja, seperti melihat bunga matahari yang baru mekar. ^^

 saarah born

Kerudung Segi Empat Brand “Dzakeyya”

Bismillah…

Assalamualaikum, setelah GW pajamas yang kemarin sold out, sekarang umie jualan Kerudung alias jilbab segi empat brand “dzakeyya ya…ini spesifikasinya

Jilbab segi4 “Dzakeyya”
BAHAN : Wolvis/Woolpeach
UKURAN: 115,120,130,145
WARNA: 56 warna, pinggiran dineci

Pilihan Warna

Pilihan Warna

HARGA
Uk 115cm=>46K
Uk 120cm=>47K
Uk 130cm=>49K
Uk 145cm=>54K

BERAT JILBAB:

~115 cm = 190 gr
~120 cm = 220 gr
~130 cm = 290 gr
~145 cm = 340 gr

UNTUK 1 KG
Uk.115 muat 5pcs
Uk 120 muat 4pcs
Uk 130 muat 4pcs
Uk 145 muat 3pcs

STOK

STOK

Setelah dikemasSetelah dikemas

 

Pengiriman dari Solo ya, tapi tenang…setiap beli 3pcs ada diskon 5rb/pcs. Lebih-lebih dah kalau buat bayar ongkir…

yuk yang penasaran, mau tanya-tanya sila WA ya di 081803188241

Umielaine

*Marketer Dzakeyya*

Sufyan, The Adventurer…

Kemarin sore Sufyan berdarah, utie panik dan langsung bilang ke kami yang abru aja pulang dan buka pintu pagar“adek tanganny kena pisau”. Segera saya mengmbil es batu, kain bersih, dan air di baskom. Abie mencuci tangan sufyan, saya mengompres tangannya dan membebatnya dengan kain bersih. Sekilas lukanya tak begitu dalam, meski di lantai sudah bercecer – cecer darah banyak.

Saya pangku dia, kompres dengan es bantu.. Tak lam kemudian lukanya sudah tidak mengeluarkan darah lagi, dan dia malah tertidur di pangkuan saya. Segera saya memindahkan dia ke kasur, rupanya tadi belum sempt tidur siang bocah ini. Astaghfirullah… MasyaAllah..anak ini. Sebelum tertidur dia sempat bercerita, sengaja mengambil pisau dari dapur karena dia mau buka kulit rambutan. Alasannya sudah digigit2 niru saya kalau mbuka rambutan gak bisa2. Oalah… ni bocah…

Ini bukan pertama kali Sufyan melakukan kegiatan horror macam itu. Dan sungguh Alhamdulillah banget, Allah terus menjaga Sufyan.

Sebelumnya di menggunting kabel roll!!!. Literally, menggunting di bagian besinya, dan listrik rumah tetiba blab!, mati seketika. Dia tergopoh menuju saya di kamar sebelah dan bilang “maaf umiii, tadi ada bunga apinya”. Saya berusaha tenang dan memeluk dia, menanyakan kalau dia kenapa2. Setelah dia agak tenang, baru saya menanyainya pelan2. Ternyata ya Allah…dia berkelana menggunting berbagai macam barang di rumah. Awalnya belajar gunting kertas dengan saya di ruang belajar. Karena adeknya sedang nangis, saya pergi menyusui terlebih dahulu. Gunting kertas rupanya bikin dia bosen, mulailah dia menggunting kerdus, meja, dan terakhir colokan kabel T.T.

Alhamdulillah dia gak memegang bagian besinya, gk kebayang… gimana kalau dia kesetrum. Ya Allah…

Sebelumnya? Masnya pernah teriak2 manggil saya karena adeknya maen barbershop. Rupanya dia sedang menjajal kemampuan gunting menggunting ala tukang cukur. Waktu saya hampiri, rambutnya sudah pitak sebelah. Ya Allah…terpaksa lah tu rambut ditipisin sekalian di tukang cukur.

Ni bocah rasa ingin tahunya luar biasa. Sebenarnya masnya juga kepo banget. Tapi masnya lebih suka mendapat penjelasan dari saya dan memperhatikan terlebih dahulu. Salman sangat berhati2, kalau ketemu daerah/ hal/ orang baru, dia lebih prefer memastikan kalau itu “secure” alias aman terlebih dahulu. Kalau menurut analisanya aman, maka bermainlah dia.

Lha Sufyan ni mungkin mikirnya pakai prinsip, “Info paling valid adalah yang kita buktikan sendiri”. Jadinya adaa aja kejadian2 yang bikin emaknya ngelus2 dada. Dulu waktu kecil, untuk membuktikan bahwa kucing ndak bisa ngomong aja dia sampai perlu mendekatkan mukanya sejengkal looo.. dan untuk membuktikan kucing itu galak/ tidak, dikejar2nyalah kucing itu. Hiks.. hiks…

Waktu kami ajak ke tamn buah Mekar Sari, ni bocah paling sering jalan2 sendiri. Pede aja pakai topi caping sambil manjat2 apa aja yang bisa dipanjat. Meleng dikit aja, udah entah kemana dia itu. Oalah bocah…

Semoga kedepannya ni bocah gak terlalu horror aja kalau maau jadi adventurer…