Proudly present our sweet and lovely angel… Saarah Athiyyah

Sehari pasca lebaran atau tanggal 280715, saya mengalami kontraksi 10 menitan. Dini hari itupun abie segera melajukan motornya lengkap beserta pakaian dalam tas besar ke ruang IGD RSIA Eria Bunda. Sesampainya disana saya segera diobservasi di IGD, karena kontraksi masih 10 menitan, saya pun diarahkan ke Ruang Bersalin. Tak dinyana, setelah sholat shubuh saya ketiduran, dan kontraksi saya tetiba menghilang dan ritmenya kembali menjadi 30 menitan. Hahaha… anak manja kami sedang bermain. Maka, SPOG jaga saat itu pun memberi 3 pilihan pada saya, pulang, observasi sampai di lahir normal sendiri, atau dibantu injeksi. Karena SPOG langganan kami sedang cuti liburan, maka kami memilih untuk… pulang! Hehehe.

040815…

Kami control lagi ke SPOG, karena sudah menjelang duedate (090815) dan riwayat anak pertama yang emang harus dibantu obat untuk kontraksi, maka kami memutuskan untuk “memancing” kontraksi dengan obat guna melemaskan jalan lahir. Jam 9 saya minum obat, jam 11 saya kontraksi. Dini hari itu juga kami ke RS (lagi).

Setelah ketuban dipecahkan, bukaan masih manteng di angka 5. Usut punya usut, karena saya nahan pipis (sumph!, pipis di pispot itu susahh. Karena sudah hampir jam 1 siang bukaan ndak nambah, dokter berencana menambah dosis obat melalui injeksi. Setelah bisa pipis di pispot kontraksi mulai nambah, Eladhalah, infus belum dialirkan (sudah terpasang), lakok saya malah sudah mau mengejan. SPOG yang sudah pulang pasca visit tadi buru2 ditelpon dan balik lagi ke RS. Padahal belum ada 5 menit yll dia nelpon nanya kondisi saya.

Alhamdulillah… siang itu, perempuan keriting satu2nya kami lahir ke dunia…

Cantik… Subhanallah walhamdulillah

Kami menamainya : Saarah Athiyyah

Joining our previous “S” team. S lagi biar senada seirama, hakhakhak.. Saarah artinya putri, kebahagiaan, juga nama perempuan jelita istri sang nabi. Kenapa A’nya dua? Karena dalam bahasa arab, nama Saarah jika dieja menjadi sin, alif, ro’ dan ta’ marbuthoh. ^^. Athiyyah diambil dari kunyah seorang shahabiyah nabi, nama kunyahnya Ummu Athiyyah, seorang perempuan yang meriwayatkan dan mengajarkan hadits seputar perempuan. Hadits yang terkenal adalah hadits pengurusan jenazah perempuan. Di jamannya, Ummu Athiyyah kira2 seperti Ustadzah di jaman ini. Secara bahasa, Athiyyah berarti pemberian. Dan iya,… kelahiran Saarah, sungguh merupakan pemberian Allah yang membawa kebahagian bagi kami semua.

Selamat lahir Saarah… bagi kami mendapati Saarah terlelap saja, seperti melihat bunga matahari yang baru mekar. ^^

 saarah born

Kerudung Segi Empat Brand “Dzakeyya”

Bismillah…

Assalamualaikum, setelah GW pajamas yang kemarin sold out, sekarang umie jualan Kerudung alias jilbab segi empat brand “dzakeyya ya…ini spesifikasinya

Jilbab segi4 “Dzakeyya”
BAHAN : Wolvis/Woolpeach
UKURAN: 115,120,130,145
WARNA: 56 warna, pinggiran dineci

Pilihan Warna

Pilihan Warna

HARGA
Uk 115cm=>46K
Uk 120cm=>47K
Uk 130cm=>49K
Uk 145cm=>54K

BERAT JILBAB:

~115 cm = 190 gr
~120 cm = 220 gr
~130 cm = 290 gr
~145 cm = 340 gr

UNTUK 1 KG
Uk.115 muat 5pcs
Uk 120 muat 4pcs
Uk 130 muat 4pcs
Uk 145 muat 3pcs

STOK

STOK

Setelah dikemasSetelah dikemas

 

Pengiriman dari Solo ya, tapi tenang…setiap beli 3pcs ada diskon 5rb/pcs. Lebih-lebih dah kalau buat bayar ongkir…

yuk yang penasaran, mau tanya-tanya sila WA ya di 081803188241

Umielaine

*Marketer Dzakeyya*

Sufyan, The Adventurer…

Kemarin sore Sufyan berdarah, utie panik dan langsung bilang ke kami yang abru aja pulang dan buka pintu pagar“adek tanganny kena pisau”. Segera saya mengmbil es batu, kain bersih, dan air di baskom. Abie mencuci tangan sufyan, saya mengompres tangannya dan membebatnya dengan kain bersih. Sekilas lukanya tak begitu dalam, meski di lantai sudah bercecer – cecer darah banyak.

Saya pangku dia, kompres dengan es bantu.. Tak lam kemudian lukanya sudah tidak mengeluarkan darah lagi, dan dia malah tertidur di pangkuan saya. Segera saya memindahkan dia ke kasur, rupanya tadi belum sempt tidur siang bocah ini. Astaghfirullah… MasyaAllah..anak ini. Sebelum tertidur dia sempat bercerita, sengaja mengambil pisau dari dapur karena dia mau buka kulit rambutan. Alasannya sudah digigit2 niru saya kalau mbuka rambutan gak bisa2. Oalah… ni bocah…

Ini bukan pertama kali Sufyan melakukan kegiatan horror macam itu. Dan sungguh Alhamdulillah banget, Allah terus menjaga Sufyan.

Sebelumnya di menggunting kabel roll!!!. Literally, menggunting di bagian besinya, dan listrik rumah tetiba blab!, mati seketika. Dia tergopoh menuju saya di kamar sebelah dan bilang “maaf umiii, tadi ada bunga apinya”. Saya berusaha tenang dan memeluk dia, menanyakan kalau dia kenapa2. Setelah dia agak tenang, baru saya menanyainya pelan2. Ternyata ya Allah…dia berkelana menggunting berbagai macam barang di rumah. Awalnya belajar gunting kertas dengan saya di ruang belajar. Karena adeknya sedang nangis, saya pergi menyusui terlebih dahulu. Gunting kertas rupanya bikin dia bosen, mulailah dia menggunting kerdus, meja, dan terakhir colokan kabel T.T.

Alhamdulillah dia gak memegang bagian besinya, gk kebayang… gimana kalau dia kesetrum. Ya Allah…

Sebelumnya? Masnya pernah teriak2 manggil saya karena adeknya maen barbershop. Rupanya dia sedang menjajal kemampuan gunting menggunting ala tukang cukur. Waktu saya hampiri, rambutnya sudah pitak sebelah. Ya Allah…terpaksa lah tu rambut ditipisin sekalian di tukang cukur.

Ni bocah rasa ingin tahunya luar biasa. Sebenarnya masnya juga kepo banget. Tapi masnya lebih suka mendapat penjelasan dari saya dan memperhatikan terlebih dahulu. Salman sangat berhati2, kalau ketemu daerah/ hal/ orang baru, dia lebih prefer memastikan kalau itu “secure” alias aman terlebih dahulu. Kalau menurut analisanya aman, maka bermainlah dia.

Lha Sufyan ni mungkin mikirnya pakai prinsip, “Info paling valid adalah yang kita buktikan sendiri”. Jadinya adaa aja kejadian2 yang bikin emaknya ngelus2 dada. Dulu waktu kecil, untuk membuktikan bahwa kucing ndak bisa ngomong aja dia sampai perlu mendekatkan mukanya sejengkal looo.. dan untuk membuktikan kucing itu galak/ tidak, dikejar2nyalah kucing itu. Hiks.. hiks…

Waktu kami ajak ke tamn buah Mekar Sari, ni bocah paling sering jalan2 sendiri. Pede aja pakai topi caping sambil manjat2 apa aja yang bisa dipanjat. Meleng dikit aja, udah entah kemana dia itu. Oalah bocah…

Semoga kedepannya ni bocah gak terlalu horror aja kalau maau jadi adventurer…

Ketika Anak Bertanya : Mimpi Basah

Tanya-Jawab mengenai mimpi basah lagi – lagi dipicu oleh postingan teman saya di socmed tentang anak lelakinya yang bertanya tentang apa itu mimpi basah. Dan sebagai buibu yang punya dua anak lelaki, tentu saja saya membookmark pertanyaan sekaligus mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh anak – anak saya. Dan saya menemukan jawaban keren yang dari Ibu Elly Risman. Ada beberapa yang saya potong ya semata demi ringkasnya tulisan, versi lengkapnya bisa dibrowsing sendiri.

Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah ( Aqil Baligh), by Elly Risman Ykbh

Dear Parents…

Salah satu kewajiban orang tua adalah menyiapkan putra putrinya memasuki masa puber / baligh. Biasanya anak perempuan yang lebih sering dipersiapkan untuk memasuki masa menstruasi. Jarang, para ayah yang menyiapkan anak laki-lakinya menghadapi mimpi basah. Ini adalah tanggung jawab Ayah untuk membicarakannya kepada mereka. Mengapa harus ayah ? Karena anak laki-laki yang berusia di atas 7 tahun, membutuhkan waktu yang lebih banyak dengan ayahnya, dari pada dengan ibunya. Dan jika bicara seputar mimpi basah, ibu tentu tidak terlalu menguasai hal-hal seputar mimpi basah dan tidak pernah mengalaminya bukan ? Namun, bila karena satu hal, ayah tak sempat dan tidak punya waktu untuk itu, ibu-lah yang harus mengambil tanggung jawab ini.

Tips Menyiapkan Anak Laki-laki Menghadapi Mimpi Basah

Untuk pertama kali, kita akan membicarakan tentang apa itu mimpi basah, dan bedanya mani dengan madzi, dan apa yang harus dilakukan jika keluar cairan tersebut. Agar anak bisa membedakan antara mani dengan madzi, persiapkan terlebih dahulu alat-alatnya :

– Untuk mani : Aduk kanji/tepung sagu dengan air, jangan terlalu encer, hingga masih ada butir-butir kecilnya. Beri sedikit bubuk kunyit, hingga menjadi agak kuning. Taruh di wadah/botol.

– Untuk madzi : Beli lem khusus, seperti lem UHU. Berikutnya siapkan waktu khusus dengan anak untuk membicarakannya.

Apa saja yang harus disampaikan :

– Pertama, sampaikan kepada mereka bahwa saat ini mereka telah tumbuh berkembang menjadi remaja, dengan adanya perubahan-perubahan pada fisik mereka. Dan sebentar lagi mereka akan memasuki masa puber / baligh.

Contoh : “Nak.. ayah lihat kamu sudah semakin besar saja ya..Tuh coba lihat tungkai kakimu sudah semakin panjang, suaramu sudah agak berat. Waah..anak ayah sudah mau jadi remaja nih. Nah, ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting menjelang seorang anak menjadi remaja atau istilahnya ia
memasuki masa puber / baligh”

– Di awal, mungkin mereka akan merasa jengah dan malu. Namun, yakinkan kepada mereka, bahwa membicarakan masalah tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tua, yang nanti akan ditanyakan oleh Allah di akhirat.

– Ketika berbicara dengan anak laki-laki yang belum baligh, gunakan the power of touch. Sentuh bahu atau kepala mereka. Hal ini telah dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad yang sering mengusap bahu atau kepala anak laki-laki yang belum baligh. Hal ini dapat menumbuhkan keakraban antara ayah dengan anak. Jika sudah baligh, mereka tidak akan mau kita sentuh.

Gunakan juga jangkar emosi (panggilan khusus, yang bisa mendekatkan hubungan kita dengan anak), misalnya: nak, buah hati papa, jagoan ayah, dan lain-lain.

– Sampaikan kepada anak kita : Tentang mimpi basah & mani

• Bahwa karena ia telah memiliki tanda-tanda / ciri-ciri memasuki masa puber, maka pada suatu malam nanti, ia akan mengalami mimpi sedang bermesraan dengan perempuan yang dikenal ataupun tidak dikenal. Dan pada saat terbangun, ia akan mendapatkan cairan yang disebut mani. (Kita beri tahukan kepada mereka contoh cairannya, yaitu cairan tepung kanji yang telah kita persiapkan). Peristiwa itu disebut mimpi basah.

• Jika seorang anak laki-laki telah mengalami mimpi basah, tandanya ia sudah menjadi seorang remaja / dewasa muda. Dan mulai saat itu, ia sudah bertanggung jawab kepada Tuhan atas segala perbuatan yang ia lakukan, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Pahala dan dosa atas perbuatannya itu akan menjadi tanggungannya. Dalam agama Islam, ia disebut sudah mukallaf.

• Beritahukan kewajiban yang harus dilakukan setelah mengalami mimpi basah (sesuai dengan ajaran agama masing-masing).Dalam Islam, orang yang mimpi basah diwajibkan untuk mandi besar /mandi junub, yaitu :

1. Bersihkan kemaluan dari cairan sperma yang masih menempel.

2. Cuci kedua tangan.

3. Berniat untuk bersuci

4. Berwudhu.

5. Mandi, minimal menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dan ke bagian sebelah kiri sebanyak tiga kali, hingga seluruh anggota tubuh terkena air.

6. Cuci kaki sebanyak tiga kali.

• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

 Tentang madzi

• Jika ia melihat hal-hal / gambar-gambar yang tidak pantas dilihat oleh anak (gambar yang tak senonoh), maka bisa jadi, ia akan mengeluarkan cairan yang disebut madzi. (Kita beri tahukan
kepada mereka contoh cairannya, yaitu lem UHU).

• Cara membersihkannya cukup dengan : mencuci kemaluan, mencuci tangan lalu berwudhu.

• Ingatkan kepadanya, jika ia tidak melakukannya, ia tidak bisa sholat dan tidak bisa membaca Al Qur’an.

• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

Hal penting yang harus kita ingat sebelum membicarakan masalah ini kepada anak adalah kita berlatih dahulu bagaimana cara menyampaikannya. Mengapa ? Agar komunikasi yang akan kita lakukan tidak tegang, dan berjalan dengan hangat. Agar anak merasa nyaman dan ia dapat menerima pesan yang kita sampaikan dengan baik.

Selamat mencoba …

-Elly Risman- —

Kebalik atau Terbalik :-)

Tadi malam kami meramaikan kamar dengan membaca buku2 cerita. Kali ini bukan saya/ abie yang bercerita, tetapi “menantang” Salman untuk membacakan buku buat adeknya. Alhamdulillah Salman merasa tertantang hihihi, dan dipilihnya buku tentang gelembung dan buku tentang alat transportasi. Sampai di buku tentang alat transportasi, Salman menemukan (kembali) tulisan “ambulans” yang terbalik. Sebenarnya saya sudah pernah menjelaskan tentang hal ini, kenapa tulisan di bagian depan ambulans itu terbalik. Tapi kali ini, abie menjelaskannya sambil membawa buku itu di depan cermin agar lebih jelas buat Salman yang –mungkin- logikanya saat ini sudah terasah dengan baik.

Mereka tertawa2 saat bisa membaca di depan cermin.

Lalu kami mulai mencoba2 menulis terbalik di kertas dan meminta Salman membacanya di cermin, (and trust me, its fun for him). Cukup satu-dua kali dia membaca di cermin, lalu… dia bisa membaca tulisan itu begitu saja tanpa menampakkannya di cermin. Dan…. dia bisa membuat tulisan terbalik untuk dibacakan di cermin. What a clever boy J.

Jauh sebelum tulisan terbalik ini Salman sudah bisa menghitung mundur. Entah gimana awalnya, saya cuman sesekali membenarkan hitungannya tetiba saja dia menghitung mundur. Prosesnya jadi lebih efektif saat kami nunggu lampu merah yang sekarang ada hitungan mundurnya ituloh.

Saya ndak tahu apa bahasa psikologinya tentang membaca/ menghitung terbalik ini. Tapi buat saya kok itu sangat amazed ya? karena saya perhatiin anak2 seumuran dia tidak semua bisa melakukannya. Ada yang tahu ini tipe anak pembelajar yang gimana?🙂

Anyway, good job Salman. ..

Salman Sekolah TeKa!

Sejak tanggal 16 Juni kemarin, Salman mulai masuk TeKa. Sekolah bilang ini semacam oreientasi gitu. hihihi… gak kayak ospek gitulahya… tapi lebih ke perkenalan dan adaptasi saja. Selain itu, selama bulan Ramadhan rencananya sekolah akan melakukan pembangunan, diprediksi akan mengambil waktu sekolah sekitar 1-2 minggu, dan sebagai kompensasinya sekolah mengambil kebijakan mengadakan masa oreientasi ini. Saya gak tahu apakah tahun lalu ada kebijakan semacam ini, sepertinya sih tidak, karena kan tidak terlalu mepet dengan bulan puasa.

Blue Uniform

Blue Uniform

Salman masuk TeKa B alias TeKa besar. aneh ya? ujug2 kok masuk TeKa besar, TeKa kecilnya kapan?!?!. Tahun lalu, waktu ngedaftarin Salman di TeKa ini ternyata sudah full, karena Teka ini hanya punya 1 kelas A, dan 3 kelas B. Kenapa pula harus keukeuh di TeKa ini, selain karena jaraknya yang dekat dengan rumah, TeKa inilah yang konsep2nya sesuai dengan paham yang kami anut. Menurut kami, pondasi ilmu buat anak itu harus kokoh, makanya kami memutuskan untuk mendaftarkan Salman di tahun berikutnya. Selama setahun terakhir, dia tetap meneruskan sekolah di Paud yang “sealiran” (heh… bahasanya), Karena toh setelah kami survey dan amati, cara belajarnya sama aja kecuali ruanga bermain dan displin yang agak beda. Hihihi, gara2 ini pula saya sempat disindir2 tetangga kayaknya kok gak care sama pendidikan anak sampai kelewatan ndaftar TeKa. Halah.. yawislah orang kan cuman bisa komen ndak tahu dasar2 pengambilan keputusan sebuah keluarga itu apa. Hehehehe….

Green uniform- Adek pengen sekolah Teka juga

Green uniform- Adek pengen sekolah Teka juga

Untuk menemani hari pertama Salman di sekolah, dari jauh hari saya sudah mengajukan cuti selama seminggu. Sebenarnya Salman akan sekolah selama 2 minggu, namun minggu kedua siswa dibebaskan untuk memilih ikut/ tidak karena saat itu adalah masa liburan sekolah anak2 SD dan SMP. Tapi karena Salman ndak punya sodara SD/SMP maka dia akan sekolah selama 2 minggu.

Dari awal2 pendaftaran sampai menjelang sekolah, Saya sering ngiklan tentang betapa kerennya Salman karena sudah jadi anak TeKa. Kami menyiapkan peralatan bersama dan membebaskannya memilih sendiri kotak pensilnya. Salman sangat excited dan ikut2an bangga gitu, merasa keren karena sudah jadi anak TeKa.

OR uniform

OR uniform

Sebenarnya ada sedikit kekhawatiran saya soal Salman di Teka, yang pertama adalah “sekolah ditinggal”. Selama di Paud, Salman slalu ditungguin oleh neneknya, alasannya sih utie capek kalau harus bolak-balik antar jemput sekolah Paud yang cuman 3 jam itu, lagipula di Paud utie bisa ketemu buibu dan ngobrol ngalorngidul. Sedangkan yang kedua adalah agenda makan sendiri, seperti parents yang lain karena takut kotor, berantakan dan kurang cepat, Kami lebih prefer nyuapin daripada biarkan Salman makan sendiri (my mistakes ouhhhh). Akibatnya kalau disuruh makan nasi sendiri dia malessss, tapi kalau kudapan semacan snack, esbuah dll… dia mau makan sendiri. Selain itu Salman juga tergolong anak yang kalau makan lamaaa banget, dia suka mengunyah makanannya lama – lama.

main perosotan

main perosotan

Jadi tugas saya selama seminggu itu adalah membantu Salman berani untuk sekolah sendiri, dan belajar makan sendiri. Dan proses mengharu biru pun dimulai…..

Dua hari pertama saya menunggui dia sambil terus ngiklan kalau hari ketiga nanti akan nganter jemput aja. Hari ketiga saya tungguin sebentar, lalu pamitan pulang… Awalnya oke saja, lalu kemudian saat saya intip mulai tersedu-sedu. Saya menampakkan diri sebentar, diapun mulai tenang, lalu saya kuatkan hati untuk pulang kerumah (jarak cuman 10 menit jalan kaki kok). Pulangnya ketika saya liat, dia masih tersedu2. Rupanya waktu istirahat dia tidak melihat saya di luar dan itu membuatnya menangis. Sewaktu dia melihat saya menjemput, senyumnya terkembang lagi. Sewaktu saya ajak ngomong, dia dengan jujur menjawab dia maunya ditungguin umie.

Malemnya saya ngiklan lagi, memotivasi terus menerus kalau dia bisa.

Hari keempat dan kelima, ada drama sebentar saat saya antar. Bugurunya sampai bilang, yang penting ibu ikhlas dulu. hehehe. Tapi tak lama kemudian setelah diajak main oleh gurunya dia mau teralihkan dari ketidakhadiran saya.

mungil dan tampan

mungil dan tampan

Soal makannya bagaimana? haduhhh jangan ditanya, dari lima hari itu hanya dua kali dia makan dan itupun tidak pernah habis. Selama seminggu itu pula kami selalu ngiklan dan ngajakin dia untuk makan sendiri. Ada masa2 ketika saya tidak sabar, tapi begitu saya sadar bahwa sudah lima tahun Salman tidak terlatih maka saya pun kembali menguatkan diri bahwa masing – masing dari kami harus saling mendukung. Saat ditanya kenapa tidak mau makan, Salman selalu menjawab, dia sudah kenyang. Oleh karena itu saya mengubah sarapan paginya dari nasi menajdi sandwich roti dan minum putih. Susu diubah menjadi siang sepulang sekolah agar tidak terlalu kenyang.

belajar makan sendiri

belajar makan sendiri

Senin kemarin sempat ada drama sedikit saat saya mengantar Salman, tapi intensitasnya sangat berkurang. Gurunya melapor bahwa Salman tidak mau makan lagi. Saya pun putar akal bagaimana caranya Salman mau makan dan tidak menangis. Padahal kemarin saya hanya membuatkan sandwich keju-telur kesukaan Salman. Dia beralasan karena sudah kenyang dan makan rotinya banyak – banyak (padahal cuman 1 ½ tangkup).

Siangnya di kantor saya siapkan reward chart untuk dia, kalau dia berhasil tidak nangis dan mau makan di sekolah, kami akan menempelkan stiker buat dia, sekaligus ngiklan betapa kerennya anak yang tidak nangis waktu diantar ibunya dan anak yang mau makan sendiri di sekolah. Waktu saya tunjukkan reward chart itu dia bilang “besok mas nggak nangis lagi kok mi”. Kalau makannya? lima sampai sepuluh sendok ajalah mas. “umm… mas mau lima belas sendok!”. Kami senyum dan memuji semangatnya.

di kelas

di kelas

Alhamdulillah…. tadi pagi waktu diantar dia sama sekali tidak nangis dan siangnya dapat laporan dari guru ternyata dia makannya habis. Pluss dapat bonus akhirnya dia mau aktif berkawan dengan temannya. Ahh…. my boy keep his promise..

Ya Allah Ya Rabbi… maafkanlah lalaiku alpa menuntunnya menjadi mandiri sejak dini. Maafkan khilafku terhempas sabar yang menguasai diri. Alhamdulillah,,, segala puji kepadaMu yang mengaruniakan putra sejernih Salman.. jagalah dia menjadi pasukanMu yang Shalih…

Salman Anak TeKa ^^

Salman Anak TeKa ^^

Pekanbaru, 24 Juni 2013

@office dan ingin segera menghambur memeluk pria TeKaku.. Umie love you Salman. terima kasih

Ketika Anak Bertanya : Tentang Mati

Bagi anak – anak, dunia ini adalah hal yang totally new buat mereka. Setiap hal, setiap kata yang mereka lihat, dengar, raba, rasa selalu mengundang tanda – tanya lanjutan. Setidaknya itu yang terjadi pada anak – anak saya. Semalam, Selepas sholat isya di masjid, saya bertanya pada Salman. “sholat dimana mas?” bukan masjid Umar. (di tempat kami ada dua masjid, masjid Umar Bin Khattab dan Masjid Al Ikhlas). “O, masjid Al Ikhlas?”. Iya… uhm.. Ikhlas bin khattab? (mbanyol), bla… bla… kami berdiskusi. Hingga dia tiba pada pertanyaan,

Kenapa bin-nya ke bapaknya mi? nama ibunya dimana? kalau nama kakeknya? 🙂

My kiddo yang emang kritis ini kembali menanyakan “pertanyaan sulit” ke saya. Abie pun bilang di perjalanan pulang Salman juga menanyakan “pertanyaan sulit” ke beliau seperti “Kenapa sepeda motor setirnya persegi panjang, bukan bulat kaya mobil?” atau “kenapa roda belakang motor gak bisa belok?”. Atau si kecil Sufyan yang beberapa hari terakhir gemar mengulang pertanyaan ini “kenapa kita harus takut sama Allah umie?”, “kenapa kita harus bunuh ular kalau masuk rumah?”.

My babies is not baby anymore…

Tapi sekarang tulisan ini tidak sedang membahas “pertanyaan sulit” dari anak – anak yang tersebut diatas. Karena ada pertanyaan sulit dari anak lain (dan sudah ada alternative jawaban) yang menurut saya perlu tersimpan di blog ini sebagai pengingat. Ya… persiapan jikalau bocah2 saya menanyakan hal yang sama.

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman bercerita di socmed-nya bahwa tengah malam anaknya tetiba terbangun nangis sesenggukan dan bertanya pada bundanya tentang kematian. Saat itu sang Bunda menjawab sepanjang yang beliau tahu dan turut menangis. Tadi pagi, beliau share jawaban yang disarankan oleh seorang ustadzah setelah berkonsultasi mengenai hal ini. Jawabannya sangat menarik, jadi saya akan menyadurkannya disini.

Analagikan kematian seperti meminjamkan barang. Allah yang Maha pemberi, meminjamkan barangnya kepada kita. Dan jika tiba masanya, maka apabila si pemberi meminta kembali barang yang dipinjamkannya, kita wajib untuk mengembalikannya.

Kuburan yang terlihat sempit itu (2×1) sebenarnya luas. Seperti ketika kita naik pesawat. Dari atas semua terlihat kecilll sekali, tapi begitu kita turun ternyata rumah, orang2 dan jalan itu luas sekali kan. Nah… kuburan sama seperti itu, bisa luas sekali. Luas atau sempitnya kuburan kita tergantung pahala/ amalan yang kita kumpulkan. Kalau amal baik kita banyak, maka kuburan kita akan lapang.

Setiap orang tidak dapat mengelak dari kematian. Bahkan seorang nabi sekalipun. Dulu nabi musa perna menampar malaikat maut, namun Allah memberi tahu bahwa waktu yang dimiliki nabi musa adalah sebanyak jumlah bulu lembu jantan yang tertutup telapak tangannya. Setelah itu akan datang kematian…

Hati saya bergetar mendengar penjelasan ini. Kematian yang tak terelakkan, dan bagaimana kita menjelaskannya kepada anak sehingga tak nampak menyeramkan. Terima kasih sangat ada rekan yang mau share hal ini, dan berharap ini juga akan bermanfaat bagi parents yang lain.

Anak – anak itu masyaAllah ya… mereka sengaja dikirimkan Allah untuk mengingatkan kita sejauh mana kita mengenal dien kita sendiri. Terima kasih anak – anak… kami para orangtua jadi terpacu untuk terus belajar.